TRIBUNTRAVEL.COM - Pada zaman dahulu, fermentasi menjadi salah satu cara mengawetkan makanan tanpa kulkas.
Persediaan makanan fermentasi tersebut digunakan untuk bertahan hidup selama musim dingin atau musim kemarau.
Proses fermentasi melibatkan mikroorganisme atau enzim yang mengubah karbohidrat menjadi asam organik atau alkohol.
Sejumlah sayuran fermentasi banyak ditemukan di negara di Asia seperti Korea dan China.
Berikut 5 sayuran fermentasi khas Asia.
1. Kimchi khas Korea
Kimchi adalah sayuran fermentasi khas Korea yang terbuat dari sawi putih, lobak, daun bawang, timun, atau kucai.
Salah satu varian yang populer adalan baechu kimchi dari sawi putih.
Bumbu kimchi biasanya gochujang, gochugaru, jahe, garam kasar, dan jeotgal (fermentasi seafood).
Kimchi difermentasi dulu pada suhu ruang 3-4 hari, lalu lanjut disimpan dalam kulkas pada suhu di bawah 4 derajat celsius.
Makanan yang selalu ada di meja makan orang Korea ini dapat awet 3-6 bulan apabila cara menyimpannya tepat.
Rasa kimchi cenderung pedas dan sedikit asam, tetapi semakin lama disimpan akan tambah asam dan lembek.
2. Pao cai khas China
Pao cai adalah sayuran fermentasi yang berasal dari Sichuan, China.
Di daerah tertentu di China, kelebihan sayuran seperti kubis, seledri, timun, dan lobak difermentasi supaya tahan lama.
Baca tanpa iklan