"Mengambil artefak dari museum atau kawasan arkeologi berarti tidak hanya kurang memahami nilainya sebagai kesaksian sejarah, sebagai objek yang rapuh, yang harus diperlakukan dengan hati-hati, tetapi juga merampas informasi yang dibawanya, dan akibatnya, realita itu bisa didokumentasikan," tulis museum.
Museum dan taman arkeologi adalah milik semua orang, siapa pun yang mengambil sebagian, bahkan bagian terkecil, untuk dimiliki sendiri, merupakan sebuah kejahatan.
Staf museum percaya wanita itu mungkin terinspirasi untuk mengembalikan artefak setelah seorang turis Kanada juga melakukannya pada bulan lalu.
Turis Kanada tersebut diketahui mengirim artefak yang dicuri dari reruntuhan Pompeii ke agen perjalanan Italia.
Baca juga: Turis Ini Didenda Rp 131 Juta Setelah Liburan dari Spanyol, Begini Kronologinya
Baca juga: Langgar Aturan Karantina di Hawaii, Pasangan Turis Asal New York Ditangkap
Baca juga: Tulis Ulasan Negatif Hotel di TripAdvisor, Turis Ini Malah Dipenjara
Baca juga: Buang Sampah di Jalan, Turis Ini Dipermalukan dan Dipaksa Ambil Sampahnya Kembali
Baca juga: Turis Ini di Blacklist Oleh Taman Nasional karena Coba Masak Ayam di Sumber Air Panasnya
(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)
Baca tanpa iklan