"Kita tidak hanya lihat satu sisi tapi semuanya. Aspek kesehatan ekonomi kegiatan usaha dan lain-lain.
Ini yang dimaksudkan oleh Presiden apakah jumlah hari kerja atau libur panjang dalam suasana covid menimbulkan dampak unintended yakni jumlah kasus meningkat tapi aktivitas ekonomi tidak terjadi kenaikan," ungkapnya.
Di sisi lain, Sri Mulyani menilai, konsumsi masyarakat kelas menengah masih sulit untuk didorong.
Pasalnya, konsumsi masyarakat kelas menengah erat kaitannya dengan kepercayaan mereka dalam proses penanganan pandemi oleh pemerintah.
"Idealnya vaksin sudah ada, sehingga vaksin bisa kita betul-betul membuat masyarakat memiliki confidence.
Ini sedang dihadapi semua negara karena menghadapi situasi sama di mana masyarakat ingin melakukan aktivitas tapi sangat tergantung pada apakah covid bisa dikendalikan," pungkas dia.
Baca juga: 5 Tempat Wisata Hits dan Kekinian di Malang Utara, Harus Coba Serunya Piknik di Bukit Teletubbies
Baca juga: Seorang Wanita Ditangkap Karena Melubangi 13 Melon Termahal di Jepang yang Dijual di Supermarket
Baca juga: 6 Sate Maranggi di Purwakarta yang Terkenal Enak, Bumbunya Gurih Meresap dan Dagingnya Empuk
Baca juga: Jangan Pernah Lakukan 7 Hal Ini saat Liburan ke Singapura, Hindari Makan Permen Karet
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Sri Mulyani Beberkan Alasan Presiden Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi
Baca tanpa iklan