TRIBUNTRAVEL.COM - Tanpa memiliki vaksin Covid-19, maskapai Qantas tidak akan mengizinkan penumpangnya terbang.
Pada Senin (23/11/2020), Qantas Airlines mengumumkan bahwa mereka akan mengubah syarat dan ketentuannya terkait penerbangan di tengah pandemi.
Melansir Travel + Leisure, Selasa (24/11/2020) Maskapai tersebut akan mewajibkan para pelancong internasional untuk mendapatkan vaksin Covid-19 sebelum melakukan penerbangan.
Perlu dicatat, aturan ini akan berlaku setelah vaksin Covid-19 tersedia.
Baca juga: Kembangkan Konsep Penerbangan Wisata, Qantas Kini Tawarkan Scenic Flight Getaway
"Apakah vaksin dibutuhkan untuk penerbangan dalam negeri, kami harus meninjau kondisinya terlebih dahulu. Namun yang pasti untuk para pelancong internasional yang datang dan orang-orang yang meninggalkan negara itu, kami pikir itu suatu kebutuhan," kata CEO Qantas, Alan Joyce kepada A Current Affair.
Menurut Joyce, ia mengharapkan maskapai lain memberlakukan persyaratan serupa, serta kebijakan baru seputar 'paspor vaksinasi' digital.
"Saya berbicara dengan kolega saya di maskapai lain di seluruh dunia dan saya pikir itu akan menjadi aturan umum di seluruh dunia," kata Joyce.
David Powell, penasihat medis untuk Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), menggemakan pernyataan Joyce dalam sebuah wawancara dengan Financial Times.
"Dapat memperoleh informasi yang bisa diverifikasi terkait status kesehatan penumpang, saya pikir itu akan menjadi serius," katanya.
Asosiasi penerbangan Eropa, Airlines of Europe, mengatakan kepada Times bahwa mereka setuju kebijakan ini sangat mungkin dilakukan, namun industri perjalanan tidak bisa menunggu terlalu lama untuk vaksin.
"Pada tahap ini, prioritas utama kami adalah mengadopsi protokol pengujian umum dan pengakuan standar pengujian dan tindakan untuk perjalanan baik di Eropa maupun di seluruh dunia," kata perwakilan asosiasi itu.
Ada beberapa terobosan vaksin Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir, ini tentu memicu harapan para pelaku industri perjalanan untuk kembali beroperasi penuh pada awal 2021.
Vaksin potensial ketiga diumumkan dari AstraZeneca pada hari Senin, (23/11/2020).
Perusahaan tersebut mengatakan uji coba mereka menunjukkan bahwa obat itu 90 persen efektif, menurut USA Today.
Pekan lalu, Pfizer mengajukan permintaan persetujuan darurat dari Food and Drug Administration setelah data menunjukkan bahwa vaksin mereka 95 persen efektif.
Baca tanpa iklan