"Namun, Tyrannosaurus kami 100% lengkap, setiap tulang dalam tubuh di kedua sisi dalam posisi hidup (sementara) lebih komplit dibanding Sue yang masih sekitar 85 persen lengkapnya".
Tyrannosaurus yang mati dalam posisi 'duel' tersebut juga memiliki jejak kulit, sisa-sisa fosil permukaan kulit yang sangat langka.
"Setahu saya tidak ada bukti pengawetan kulit di Sue," kata Dr. Zanno.
Bangkai Dinosaurus Duel tetap terkubur dalam sedimen dari lereng bukit Montana di mana mereka ditemukan oleh pemburu fosil profesional, seorang peternak sapi dan dua temannya.
Karena kondisi penguburan yang langka ini, setiap tulang berada dalam posisi aslinya dan ilmuwan museum akan memiliki akses ke data biologis yang biasanya hilang dalam proses penggalian dan persiapan.
Seorang peternak, teman dan sepupunya menemukan fosil tersebut pada tahun 2006, dan dilaporkan bahwa mereka mencapai kesepakatan dengan pemilik tanah.
Kerangka-kerangka itu bernilai jutaan dolar dan menjadi subjek perdebatan di pengadilan tentang siapa yang memilikinya setelah penemuan mereka pada 2006.
Pada Juni 2020, pengadilan banding AS memutuskan bahwa fosil tersebut adalah milik pemilik hak permukaan tanah, bukan pemilik hak mineral.
Dinosaurus 'duel' itu sebelumnya pernah dilelang pada 2013 di Bonhams di New York, tetapi tidak ada tawaran yang memenuhi harga 6 juta US Dollar AS atau setara Rp 85 miliar.
TONTON JUGA:
Selama bertahun-tahun negosiasi, fosil tersebut dilaporkan dikunci di laboratorium atau gudang.
Namun berkat para donor, Friends of the North Carolina Museum of Natural Sciences yang nirlaba kini telah membelinya atas nama museum.
Museum, di pusat kota Raleigh, mengatakan desain hampir selesai pada 'pengalaman pengunjung di belakang layar yang unik secara global'.
"Museum ini sangat senang memiliki kesempatan unik untuk menampung dan meneliti salah satu penemuan paleontologi terpenting di zaman kita," kata Dr. Eric Dorfman, direktur dan CEO museum.
"Tidak hanya kami yang dapat mengungkap detail yang tidak diketahui dari anatomi dan perilaku hewan ini, tetapi fasilitas khusus dan program pendidikan baru kami akan memungkinkan kami untuk terlibat dengan audiens secara lokal, di seluruh Carolina Utara, dan di seluruh dunia".
Baca juga: Pecahkan Rekor, Kerangka T-Rex Ini Laku Seharga Rp 469 miliar dalam Acara Lelang
Baca juga: Ratusan Kerangka Mamut Ditemukan di Lokasi Kontruksi Bandara Meksiko
Baca juga: 5 Bangunan Populer Dunia yang Terbuat dari Kerangka Manusia, Sedlec Ossuary hingga Catacomb Paris
Baca juga: Kerangka T-Rex Pecahkan Rekor Lelang Dinosaurus, Terjual Rp 469 Miliar
Baca juga: Peneliti Temukan Dua Tengkorak Manusia, Kerangka Kambing dan Altar Batu, Korban Ritual Pengorbanan?
(TribunTravel.com/Nurul Intaniar)
Baca tanpa iklan