Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Apakah Astronaut Bisa Jatuh Sakit saat di Ruang Angkasa? Ini Penjelasannya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Astronot yang sedang berada di luar angkasa.

Saat masa karantina berlangsung, para astronaut akan dijaga dengan sangat ketat.

Misalnya, saat ada orang lain yang ingin bertemu, orang itu harus diperiksa dulu kesehatannya.

Jika orang itu sehat, ia akan diberi lencana dan bisa menemui astronaut.

Ilustrasi astronot di luar angkasa (Gambar oleh WikiImages dari Pixabay)

Namun, jika kesehatannya sedang terganggu, orang itu tidak akan diberi lencana dan tidak diizinkan untuk bertemu astronaut tentunya.

Hal itu dilakukan untuk menghindari penyebaran virus atau bakteri yang bisa membuat astronaut sakit.

Sebelum berangkat ke ruang angkasa, para astronaut biasanya diwawancarai oleh wartawan.

Selama proses wawancara berlangsung, astronaut dan wartawan berada di ruang yang sama, namun dipisahkan oleh kaca tebal.

Gangguan fisik

Selama di ruang angkasa, kemungkinan astronaut untuk sakit karena virus atau bakteri memang kecil.

Namun, mereka bisa mengalami sakit yang lain, misalnya sakit punggung, kulit terbakar, hingga kehilangan keinginan untuk makan.

Teman-teman tidak usah khawatir, para astronaut sudah diberitahu bagaimana cara mengatasi gangguan fisik di atas.

Baca juga: Piramida Giza dan 5 Tempat di Bumi yang Bisa Dilihat astronaut dari Ruang Angkasa

Baca juga: Sempat Dua Kali Ditunda, SpaceX Akhirnya Luncurkan astronaut NASA ke Stasiun Luar Angkasa

Baca juga: Ini yang Terjadi Jika astronaut Kentut di Ruang Angkasa, Ternyata Bisa Sebabkan Ledakan

Baca juga: Makanan astronaut hingga Sumber Energi, Ini 10 Fakta Unik Kurma yang Jarang Diketahui

Baca juga: 4 Fakta Menarik astronaut, Ternyata Tubuhnya Bertambah Tinggi saat di Luar Angkasa

(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)