Laporan polisi mengatakan bahwa awalnya Chalmers menyangkal tuduhan Beverly, dengan mengatakan "itu di luar karakter saya".
Namun dia juga mengakui pada pihak berwenang kalau dirinya telah meminum obat yang diresepkan dan sempat minum alkohol ketika penerbangan.
Beverly menuntut $ 2 juta atau setara kurang lebih Rp 28 miliar kepada pendeta itu dan pihak Love Win Ministries, menurut laporan MLive.
Dari gugatan yang diajukan, Beverly mengaku jika mengalami luka dan 'kerusakan' termasuk tekanan emosional dan mental yang menurun.
TONTON JUGA:
Beverly mengatakan jika dirinya juga mengalami kecemasan dan penghinaan atas insiden itu.
"Sulit dipercaya bahwa gereja akan menyewa seorang pendeta yang naik pesawat dalam keadaan mabuk dan memiliki kecenderungan untuk buang air kecil pada penumpang," kata pengacaranya, Geoffrey Fieger dalam rilis berita.
"Mengingat saat kita masih hidup, maka tidak ada yang mengejutkan saya lagi," imbuhnya.
Chalmers mengeluarkan pernyataan kepada Fox 2 Detroit pada hari Selasa untuk meminta maaf atas perilakunya.
Sementara itu dalam situs web Love Wins Ministries tidak lagi tersedia tentang hal tersebut.
Baca juga: Coba Bersembunyi di Bawah Kursi Penumpang Lain, Wanita Ini Dikeluarkan Paksa dari Pesawat
Baca juga: Pesawat Delay Gara-gara Penumpang Bakar Handuk Kertas saat Hendak Take Off
Baca juga: Maskapai Ini Luncurkan Tiket Pesawat Tanpa Batas, Penumpang Bebas Terbang Selama Setahun
Baca juga: Pesan Tiket Pesawat Garuda Indonesia dan Batik Air di Tiket.com Dapat Diskon Hingga Rp 200 Ribu
Baca juga: Jangan Pernah Biarkan Label Bagasi Pesawat Menempel di Koper, Ini Alasannya
(TribunTravel.com/Nurul Intaniar)
Baca tanpa iklan