Tapi tidak selalu di udara.
Ia terbang dalam misi semalam 10 jam di atas awan di stratosfer untuk melihat berbagai hal dalam jangkauan inframerah.
Untuk penemuan terbaru itu digunakan kamera infra merah yang disebut FORCAST, yang dapat mendeteksi panjang gelombang cahaya antara 5 dan 8 mikron.
Air memiliki ciri 6 mikron.
5. Apakah ini menjadi misi mengirim manusia ke Bulan?
Jika Bulan sudah menjadi tujuan yang panas, itu akan semakin panas.
Mengetahui bahwa pasti ada air di Bulan, dan bahwa itu bisa berada di daerah yang mudah dijangkau, berarti ada potensi untuk mendirikan pangkalan bulan, dan menambang air di luar angkasa untuk membuat bahan bakar roket di masa depan.
Air luar angkasa termasuk air bulan sudah menjadi komoditas.
Tonton juga:
Pada tahun 2016, sebuah perusahaan peluncuran pesawat ruang angkasa Amerika mengumumkan bahwa mereka akan membayar 3.000 dolar AS (Rp 4,4 juta) per kilogram untuk air atau oksigen dan hidrogen yang ditambang di luar angkasa.
Ada sejumlah negara termasuk AS dan China yang telah mengumumkan rencana untuk memiliki pangkalan di Kutub Selatan pada akhir dekade ini.
AS baru-baru ini mengumumkan rencana untuk menempatkan manusia di Bulan pada tahun 2024 dan memiliki kehadiran permanen di Kutub Selatan pada tahun 2028.
Salah satu tujuan besar dari misi Artemis, yang ditandatangani oleh Australia, adalah untuk berburu air.
Baca juga: Restoran di Mesir Ini Sajikan Pemandangan yang Tak Bakal Ditemukan di Tempat Lain
Baca juga: Amankah Staycation di Hotel Saat Pandemi? Ini Kata Ahli
Baca juga: Syarat Membuat SIM Internasional Lengkap dengan Biaya Pembuatannya
Baca juga: Cara Cek Status Permohonan Paspor Lewat WhatsApp
Baca juga: Bayi Prematur Ditemukan di Bandara, Wanita Ini Dipaksa Buka Pakaian dan Tunjukkan Bagian Sensitif
(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)
Baca tanpa iklan