Para ahli kimia telah lama mengetahui bahwa proses ini disebut sebagai reaksi Maillard, yang memberikan warna coklat pada permukaan roti saat proses pemanggangan.
Pronyl-lisin terbentuk saat proses pemanggangan roti yang juga merupakan reaksi dari ragi yang terkandung di dalam roti.
Antioksidan ini cenderung meningkat ketika roti dipotong menjadi potongan-potongan yang kecil dan dipanggang.
Potongan yang lebih kecil akan memiliki permukaan yang lebih luas yang mengalami reaksi itu.
Karena itu, kandungan antioksidannya lebih banyak dibanding produk roti yang disajikan dengan ukuran yang lebih besar, seperti roti tawar dan roti buns.
Secara umum, warna gelap pada roti gandum mengandung jumlah antioksidan yang lebih tinggi daripada roti yang berwarna terang (seperti roti putih).
Namun, warna coklat yang terlalu berlebihan, alias gosong, pada roti juga dapat mengurangi tingkat antioksidan yang terkandung di dalamnya.
Baca juga: Resep Roti Kukus Tiga Rasa, Menu Sarapan Lezat di Pagi Hari
Baca juga: Ini Alasan Pedagang Roti Sobek di Jogja Bawa Oven saat Jualan
Baca juga: Viral Pedagang Roti Sobek di Jogja Bawa Oven saat Jualan, Ternyata Ini Alasannya
Baca juga: Roti Bakar hingga Kerang Kiloan, Ini Rekomendasi Kuliner Malam Enak di Jakarta Selatan
Baca juga: Abaikan Tanda Peringatan di Taman, Pria Ini Nekat Goda Rusa Jantan dengan Roti Busuk
Artikel ini telah tayang di bobo.grid.id dengan judul Mulai Sekarang Jangan Buang Pinggiran Roti Tawar, Ternyata Bisa Tekan Kemungkinan Munculnya Kanker
Baca tanpa iklan