Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Jangan Buang Pinggiran Roti Tawar, Ini Manfaatnya Bagi Tubuh

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pinggiran roti bakar

TRIBUNTRAVEL.COM - Pinggiran roti tawar menjadi bagian yang paling tidak disukai.

Saat membeli roti tawar kebanyakan memilih jenis yang tidak memiliki pinggiran.

Teksturnya yang keras menjadi alasan mengapa pinggiran roti sering dibuang.

Padahal bagian yang kecokelatan di pinggir roti itu punya manfaat yang luar biasa untuk tubuh. 

 

Seperti apa manfaatnya? Yuk, cari tahu! 

Manfaat Pinggiran Roti Tawar

Dilansir dari Kompas.com, para peneliti di Jerman menemukan bahwa bagian pinggiran roti memberikan lebih banyak manfaat kesehatan dibanding seluruh bagian roti karena adanya antioksidan.

Beberapa penelitian memang pernah menunjukkan bahwa roti mengandung komponen yang bisa menekan potensi munculnya kanker, tetapi biasanya lebih ditekankan pada kandungan serat dalam roti.

Konsumsi serat yang cukup memang diketahui mencegah kanker kolon.

Roti tawar yang dipanggang (Gambar oleh Frank Oschatz dari Pixabay )

Bersumber dari Alodokter.com, kanker kolon atau kolorektal adalah jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon), atau pada bagian paling bawah dari usus besar yang terhubung ke anus (rektum).

Kanker ini bisa dinamai kanker kolon atau kanker rektum, tergantung pada lokasi tumbuhnya kanker.

Dalam studi yang dilakukan Thomas Hofmann, profesor dari Universitas Munster, Jerman, berhasil diidentifikasi komponen pelawan kanker yang terkonsentrasi di bagian pinggirannya.

Menggunakan campuran bahan konvensional yang mengandung gandum hitam dan tepung terigu, Hofmann dan rekan-rekannya menganalisis kulit garing pada roti, remah-remah roti (bagian pucat lembut pada roti), dan tepung sebagai kandungan antioksidan.

Ternyata, proses pemanggangan menghasilkan suatu jenis antioksidan, yang disebut pronyl-lisin, yang delapan kali lebih banyak terdapat di bagian kulit kering roti daripada pada remahan rotinya.

Pronyl-lisin merupakan bentuk reaksi dari protein yang terikat asam amino L-lisin dan pati yang berperan mengurangi gula dalam suhu panas.

Halaman
12