Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Fakta Unik Kopi Kawa Daun Khas Sumatera Barat, Benarkah Lahir Akibat Tanam Paksa?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kopi kawa dari Payukumbuh, Sumatera Barat.

Hal ini menampik anggapan bahwa kopi mulai ditanam di Sumatera Barat sejak Belanda datang ke daerah ini.

Selain itu sebelum kedatangan Belanda, kopi telah tumbuh subur di pedalaman.

Sementara itu Belanda pada awal abad ke-19 belum berhasil masuk ke pedalaman Minangkabau, sehingga tanam paksa kopi tidak bisa disebut sebagai cikal bakal lahirnya kebiasaan minum kopi kawa daun.

3. Cara menikmati kopi kawa

Dulunya, di area Bukit Barisan yang berada di Tarusan Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat masih banyak ditemui warga yang melanjutkan usaha kebun kopi warisan Belanda.

Saat ini rasa kopi kawa daun sudah mulai di variasi.

Sebagai pemanis, kopi kawa daun mulai ditambahkan gula, dulunya hanya menggunakan gula tebu yang di Sumatera Barat dikenal dengan sebutan saka.

Dulu gelas kopi kawa daun identik menggunakan batok kelapa. Saat itu masyarakat tidak memiliki gelas kaca.

Selagi panas, kopi dituang ke dalam batok kelapa yang di bawahnya sudah di alas tengkak, berfungsi sebagai tatakan gelas agar tidak tumpah.

Tengkak tersebut dibuat dari bambu yang dipotong-potong dengan panjang tidak sampai 10 cm.

3 Kreasi Kopi Unik di Bogor, Cobain Kopi Soda Buatan Mr Yos Bakery & Cafe

Mengenal Sosok Pramugari yang Viral di Medsos karena Buka Warung Kopi di Klaten

10 Kuliner Khas Aceh yang Enak dan Wajib Dicoba, Ada Kopi Sanger hingga Sie Kameng

Kedai Kopi di Malang Ini Tawarkan Sensasi Unik Ngopi di Pinggir Rel Kereta Api

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kopi Kawa Daun Khas Sumatera Barat, Benarkah Lahir pada Masa Penjajahan?"