3. Koh Atek
Kuliner yang satu ini lebih masuk ke dalam kategori jajanan. Cakwe dan kue bantal Koh Atek juga terkenal di kawasan Pasar Baru.
Tempat Cakwe Koh Atek berada di Gang sempit bernama Gang Belakang Kongsi.
Kebanyakan orang mengira gang ini disebut Gang Kelinci, sesuai nama dari restoran bakmi Gang Kelinci. Padahal bukan.
Di Gang ini lah, Koh Atek (64) menggoreng adonan cakwe dan kue bantal di sebuah wajan (wok) berisi minyak kelapa yang berlimpah.
Kata Koh Atek, yang membuat enak cakwe salah satunya dari penggunaan minyak kelapa merek Barko.
Selain itu, minyak Barko membuat rasa cakwenya khas.
Dulu Koh Atek menjual cakwe hingga malam hari.
Cakwe Koh Atek di dalam Gang Belakang Kongsi yang sempit di Pasar Baru pada Jumat (7/8/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)
Namun, sekarang berbeda. Jangan datang menjelang magrib. Wah, anda pasti sudah ditinggal pergi Koh Atek pulang.
Soalnya, ia hanya buka dari tengah hari sampai sore sekitar jam 16.00 WIB.
Saat jam makan siang, biasanya banyak yang mengantre untuk membeli cakwe Koh Atek dan kue bantalnya.
Cakue dan kue bantal seharga Rp 6 ribu per buah.
Kini selama pandemi Covid-19, Koh Atek ditemani oleh istrinya, Lie Pin Tui (57) kala menjajakan cakwe di tempat sederhana di dalam gang sempit itu.
Bila tidak bisa ke Pasar Baru, anda bisa memesannya via layanan daring.
Demikianlah hasil liputan saya seputar kuliner di Pasar Baru beberapa waktu lalu.
Baca tanpa iklan