Bahkan jika mata pencaharian penduduk setempat hancur karena penurunan wisatawan, Than tidak percaya mereka akan "mengkhianati warisan nenek moyangnya".
Masa sulit di daerah yang bergantung pada pariwisata
Bagan menyambut hampir setengah juta pengunjung pada tahun 2019, sementara pada April tahun ini angkanya hanya mencapai 130.000 turis. Hotel dan restoran pun untuk sementara ditutup.
Penjual suvenir Wyne Yee mengatakan uang yang ia hasilkan pada bulan April terpaksa harus diatur untuk bisa mencukupi kebutuhan makan keluarganya selama enam bulan berikutnya.
"Tahun ini kita tidak punya uang lagi," katanya sedih.
Yee mengatakan ia sedih dengan penodaan kuil, tetapi seperti orang lain di daerah itu yakin para penjahat akan mendapat kutukan sebagai bentuk pembalasan terhadap tindakan mereka.
"Kuil-kuil Bagan tidak akan membiarkannya," katanya. (*)
• Islandia jadi Negara Paling Bebas Nyamuk di Benua Eropa, Kok Bisa?
• Urutan 5 Laut Terdalam di Dunia, Ada yang Lokasinya Dekat dengan Indonesia
• Intip 7 Menu Sarapan ala Orang Jepang, Sederhana Dibuat dan Menyehatkan
• 9 Kuliner Enak untuk Sarapan di Malang, Coba Lezatnya Bubur Ayam Cak Mun hingga Nasi Kremikan
Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Pariwisata Anjlok di Masa Pandemi Covid-19, Harta Karun Kuil Myanmar Jadi Target Penjarah
Baca tanpa iklan