Melihat Perubahan Industri Pariwisata Selama Pandemi Covid-19

Editor: Rizky Tyas Febriani
Pulau Kanawa, Labuan Bajo

“Selain teknologi digital yang memiliki peran penting, saya rasa kebersihan, kesehatan, dan keamanan sudah menjadi prioritas,” ujar Nia dalam kesempatan yang sama.

Saat ini, Nia menuturkan, Kemenparekraf tengah berusaha untuk mengimplementasikan program Clean, Hygiene, dan Safety (CHS) di seluruh wilayah di Indonesia.

“Setelah itu, kami akan melakukan simulasi, evaluasi, dan membuka kembali destinasi. Ini adalah langkah-langkah dalam pembukaan kembali destinasi,” tutur Nia.

“CHS telah menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat sebelum mereka bepergian.

Walaupun tempat yang dituju indah dan memiliki budaya yang menarik, namun masyarakat akan melihat apakah protokol kesehatan diterapkan di sana atau tidak,” imbuhnya.

7 Fakta Unik Islandia, Tidak Ada Gerai McDonalds hingga Negara Teraman di Dunia

Bisa Terima Turis Lagi, Pelaku Wisata di Kepulauan Banyak Antusias Sambut New Normal

Ini Alasan Cirebon Belum Buka Tempat Wisata Selama Pandemi Covid-19

Rekomendasi 5 Hotel Murah di Bukittinggi Dekat Jam Gadang, Tarif Mulai Rp 90 Ribuan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bagaimana Pandemi Covid-19 Mengubah Industri Pariwisata?"