Sebelum munculnya pemanas sentral, zaman dulu sulit untuk menjaga tubuh tetap hangat selama musim dingin.
Praktik minum air panas juga dipercaya dapat membantu membunuh bakteri.
Sama seperti kebanyakan pemukiman di berbagai negara, desa-desa Tiongkok kuno dulunya juga dibangun dekat dengan sungai untuk memudahkan akses mendapatkan air.
Tetapi air yang diambil dari sumber alami mengandung jutaan mikroorganisme yang berpotensi membuat orang sakit.
Peradaban kuno di seluruh dunia menggunakan metode yang berbeda untuk membuat air minum.
Orang Mesir menggunakan distilasi.
Bangsa Romawi, Yunani dan Maya menggunakan saluran air.
Orang China percaya merebus air adalah cara termudah untuk membunuh sebagian besar bakteri berbahaya.
Tetapi, alasan kebiasaan minum air hangat telah bertahan begitu lama di China mungkin juga karena pengobatan tradisional Tiongkok.
Pekerjaan paling tua dalam pengobatan tradisional Tiongkok, Huangdi Neijing, ditulis lebih dari 2.000 tahun yang lalu, menetapkan air hangat sebagai pengatur kesehatan yang efektif.
"Minum air dingin akan menghalangi organ-organ berfungsi dengan baik," kata Cinci Leung, seorang praktisi pengobatan tradisional Tiongkok di Hong Kong.
"Itulah alasan penting bagi orang China untuk memiliki kebiasaan minum air hangat."
Prinsip dari pengobatan tradisional Tiongkok adalah keseimbangan antara yin dan yang.
Artinya keseimbangan energi yang dingin dan panas.
Ketidakseimbangan diyakini bisa menyebabkan berbagai penyakit.
• Viral di Medsos Terjemahan Khong Guan dalam Bahasa China Artinya Kaleng Kosong, Benarkah?
• Perbedaan Bakmi China dan Bakmi Indonesia, Mulai dari Rasa, Bumbu hingga Cara Penyajiannya
• Kebun Binatang di Kanada Kembalikan 2 Panda ke China karena Tak Ada Pasokan Makanan
• Fakta Unik Masjid Raya Xian, Masjid Tertua di China yang Dibangun Sejak Dinasti Tang
TribunTravel.com/rizkytyas
Baca tanpa iklan