TRIBUNTRAVEL. COM - Industri hotel telah sangat terpukul oleh pandemi COVID-19.
DI mana sejumlah hotel lebih banyak memilih tutup karena sepinya pengunjung selama masa pandemi.
Namun, apakah ada perubahan yang terjadi di hotel ketika ekonomi perlahan mulai dibuka kembali?
Editor senior situs web perjalanan The Points Guy, Melanie Lieberman, mengatakan kepada Huffington Post bahwa hotel perlu mempertimbangkan setiap fasilitas dan layanan dan menentukan tindakan apa yang harus diambil untuk membuat wisatawan merasa aman.
• 5 Negara Ini Tawarkan Insentif Bagi Turis Usai Covid-19, Mulai dari Hotel Gratis hingga Voucher Spa
"Meskipun banyak dari perubahan ini mungkin bersifat sementara, beberapa mungkin permanen", katanya.
Melansir dari laman AsiaOne, Jumat (5/6/2020), berikut lima perubahan yang terjadi pada sejumlah hotel di masa mendatang:
1. Penggunaan masker dan pemeriksaan suhu badan
Masker telah digunakan di seluruh dunia sebagai garis pertahanan pertama melawan virus dan penelitian telah menunjukkan bahwa memakai masker bisa secara signifikan mengurangi risiko penularan virus.
Karena itu, lebih baik memilikinya daripada tidak sama sekali.
Adam Deflorian, CEO teknologi perhotelan dan perusahaan pemasaran AZDS Interactive Group, mengatakan bahwa bahkan mungkin ada masker bermerek untuk karyawan, serta metode pelatihan baru untuk mengajari staf cara menunjukkan emosi sambil mengenakan masker.
Pemeriksaan suhu untuk tamu dan karyawan juga bisa diimplementasikan sebagai tindakan pencegahan.
Kampanye nasional yang dikenal sebagai SG Clean di Singapura telah diluncurkan di berbagai industri, dengan serangkaian standar untuk hotel yang mencakup penyaringan suhu untuk para tamu "jika memungkinkan dan dapat diterapkan".
2. Proses pembersihan dan desinfeksi lingkungan menggunakan teknologi
Kita dapat mengharapkan seperangkat protokol pembersihan yang ditingkatkan, yang mencakup desinfeksi permukaan sentuhan tinggi yang lebih menyeluruh dan kemungkinan teknologi sanitasi baru.
"Para pakar industri mengatakan ultraviolet, pencahayaan membunuh kuman, robot pembunuh kuman dan aplikasi pelacakan kontak semua bisa dianut oleh industri perhotelan", saran Lieberman.
Baca tanpa iklan