Untuk membuat desain mewah ini, perancang Jacques Pierrejean membutuhkan waktu hampir tiga tahun untuk membuat dan memasang interior dalam jet yang mampu menampung 40 orang.
Selain itu ketinggian kabin Dreamliner diturunkan menjadi 6.000 kaki yang memungkinkan lebih banyak kelembaban dan lebih sedikit kemungkinan dehidrasi serta mengurangi jetlag.
Fokus utama dari jet pribadi ini adalah membuat penumpang merasa senyaman mungkin, sehingga interior yang ada di dalam jet didesain dengan semewah dan seramah mungkin.
Desain lain dari Pierrejean ini menampilkan area ruang tamu yang lebih kasual yang terlihat dari sofa, meja kopi dan langit-langit yang elegan.
Menariknya lagi, jet pribadi ini juga menawarkan tempat tidur utama dengan desain yang mirip pada Boeing 787-9.
Tempat tidur ini difungsikan untuk tempat istirahat dikarenakan jet pribadi ini dapat menempuh perjalanan selama 18 jam.
Seperti kebanyakan jet Boeing, Dreamliner ini juga dilengkapi dengan kamar mandi utama lengkap dengan bilik shower dan dua meja rias.
Perpaduan marmer dan kaca membuat fasilitas dalam jet pribadi ini semakin mewah.
Tak hanya fasilitas dalam jet saja yang mewah, pintu masuk utama jet ini juga terlihat mewah.
• Mengenal Keju Emmental, Makanan Mewah Favorit Kim Jong-un Semasa Sekolah
• Pramugari Ini Ungkap Barang Terbaik dan Terburuk untuk Dibeli di Bandara
• Mantan Barista Starbucks Ungkap 9 Rahasia Besar Selama Bekerja, Wajib Hafal Semua Resep Minuman
• Isolasi Diri di Rumah, Dua Anak Ini Temukan Dua Batang Emas Bernilai Lebih dari Rp 1,4 Miliar
• Seorang Pria Dikenai Denda hingga Rp 107 Juta Akibat Bergulat dengan Beruang di Kebun Binatang
(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)
Baca tanpa iklan