Percaya diri dalam keterampilannya sebagai seorang arsitek, Eiffel memutuskan menyerahkan desain untuk kompetisi.
Desainnya ternyata mampu mengalahkan 700 kiriman lainnya yang diterima oleh Centennial Exposition Committee.
Desain Gustave Eiffel sangat ambisius.
Berdiri di ketinggian hampir 1.000 kaki, Menara Eiffel akan melebihi Monumen Washington setinggi 555 kaki yang saat itu merupakan landmark tertinggi di dunia.
Tidak hanya sangat tinggi untuk zamannya, Menara Eiffel juga sangat rumit.
Menara Eiffel terbuat dari 18.000 potongan besi tempa yang disatukan dengan 2,5 juta paku keling, dengan empat dermaga besi melengkung dihubungkan oleh kisi balok-balok.
Desain Eiffel juga memperhitungkan kemampuan menara untuk menahan kuatnya hembusan angin.
Protes Pembangunan Menara Eiffel
Bagi Eiffel, menara itu adalah simbol abad modern.
Dia berharap struktur itu juga terbukti bermanfaat bagi pekerjaan ahli meteorologi dan kartografer karena ketinggiannya yang luar biasa.
Namun tidak semua orang terkesan.
Berita tentang menara baja memicu kecaman dari masyarakat, terutama di antara banyak seniman kota di Paris.
Dipimpin oleh Charles Garnier, arsitek Grand Palais Garnier yang terkenal, ratusan seniman yang kebanyakan pelukis, penyair, dan penulis - menandatangani petisi publik untuk memprotes Menara Eiffel.
Petisi yang beredar luas diterbitkan pada Hari Valentine di publikasi surat kabar lokal Le Temps menyebut jika Menara Eiffel sebagai "cerobong asap pabrik raksasa" yang mereka yakini akan menjadi pemandangan yang buruk.
Begini isi protesnya : We have come, writers, painters, sculptors, architects and passionate devotees of the hitherto untouched beauty of Paris, to protest with all our strength, all our indignation, in the name of slighted French taste...against the erection, in the heart of our capital, of this useless and monstrous Eiffel Tower...Will the city of Paris go on to associate itself with the baroques, with the mercantile imaginations of a machine builder, to become irreparably ugly and dishonor itself? For the Eiffel Tower, which commercial America itself would not want, is, doubtless, the dishonor of Paris. Everyone feels it, everyone says it, everyone deeply grieves it, and we are only a weak echo of the universal opinion, so legitimately alarmed.
Baca tanpa iklan