"Maskapai berjuang untuk kelangsungan hidup mereka. Menghilangkan kursi tengah akan meningkatkan biaya," kata direktur umum dan CEO IATA Alexandre de Juniac dalam sebuah pernyataan.
"Jika itu dapat diimbangi dengan tarif yang lebih tinggi, era perjalanan yang terjangkau akan berakhir. Di sisi lain, jika maskapai tidak dapat menutup biaya dalam tarif yang lebih tinggi, maskapai akan bangkrut," katanya.
CEO Southwest Airlines Gary Kelly mengatakan dia memandang jarak sosial di pesawat, di antara langkah-langkah keselamatan penumpang baru termasuk masker, sebagai tindakan sementara sampai pandemi berakhir.
"Saya belum mau menerima bahwa pengalaman penerbangan berubah selamanya," katanya kepada analis dan wartawan Wall Street pada akhir April.
Dia mengatakan bahwa jarak sosial di pesawat tidak dapat bertahan selamanya karena maskapai penerbangan akan kehilangan lebih banyak uang daripada yang sudah mereka alami sebelumnya.
"Kita harus memiliki keseimbangan antara jarak sosial dan keterjangkauan bagi semua orang untuk terbang," katanya.
Grant mengatakan ia mengharapkan beberapa maskapai penerbangan menawarkan kursi tengah kosong dengan biaya tertentu, seperti yang diusulkan Frontier Airlines minggu ini.
Ia mengatakan praktik seperti itu akan menghilang seiring dengan permintaan perjalanan seperti sedia kala karena maskapai mendapat uang selain dari tiket pesawat yang dibayarkan penumpang di lorong dan jendela pesawat.
• Jangan Sembarangan Taruh Barang Bawaan di Kantong Kursi Pesawat, Ini Alasannya
• Pramugari Ungkap Rahasia di Balik Kebersihan Kursi Pesawat yang Tak Diketahui Penumpang
• Pramugari Ungkap Fakta Menjijikan Tentang Kantong di Kursi Pesawat
• 4 Fakta Unik Penerbangan, Termasuk Alasan Kursi Pesawat Tak Selalu Sejajar dengan Jendela
(TribunTravel.com/Arif Setyabudi)
Baca tanpa iklan