Maskapai ini sedang mencari cara untuk memungkinkan penumpang bisa menerapkan sosial distancing selama penerbangan.
Kepala Eksekutif easyJet, Johan Lundgreen mengatakan langkah ini bertujuan mendorong minat para penumpang agar kembali terbang setelah pandemi covid-19 berakhir.
Ia mengatakan kepada wartawan, "saya berharap hal itu bisa terjadi. Itu adalah sesuatu yang akan kami lakukan karena saya pikir itu sesuatu yang ingin dilihat para pelanggan."
Namun, Pimpinan Ryan Air Michael O'Leary memperingatkan bahwa maskapai low budget tidak akan terbang jika diharuskan untuk menjaga kursi tengah tetap kosong.
Michael O'Leary mengatakan bahwa ia memperkirakan 80 persen jadwal penerbangan akan dilanjutkan pada September 2020 jika penerbangan di Eropa mulai kembali pada awal Juni 2020.
Namun, itu hanya jika diizinkan untuk menggunakan semua kursi di pesawatnya.
Alih-alih berencana menjaga kursi tengah tetap kosong, maskapai tersebut kembali memperkenalkan perintah pemeriksaan suhu dan masker wajah untuk penumpang maupun kru ketika penerbangan dilanjutkan.
Michael O'Leary mengungkapkan bahwa dia telah menjelaskan kepada pemerintah Irlandia bahwa jika ingin menerapkan pembatasan tersebut, maka bisa membayar tagihan atau Ryanair tidak akan terbang.
• 9 Potret Makanan Terburuk yang Pernah Disajikan untuk Penumpang Pesawat
• 4 Kelakukan Menyebalkan Penumpang Pesawat yang Tak Diungkap Pramugari
• Tak Kenakan Pakaian Saat Masuk ke Bandara, Calon Penumpang Pesawat Ini Ditangkap
• 6 Aksi Nekat Penumpang Pesawat saat di Bandara, Bakar Koper hingga Bercanda Soal Bom
• Tertangkap Kamera, Ini 5 Kelakuan Jorok Penumpang Pesawat yang Viral di Medsos
(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)
Baca tanpa iklan