Direktur Utama Perusahaan Daerah Pembangunan Kota Medan Putrama mengatakan, kebutuhan untuk pakan 200 koleksi satwa dan operasional tak sedikit jumlahnya.
Meski menegaskan belum ada satwa yang kelaparan, namun untuk memenuhi kebutuhan pakan, pengelola harus berutang.
Pengelola juga terpaksa merumahkan karyawan-karyawannya.
"Kondisi satwa baik, ada dua dokter hewan dan pegawai aktif masih ditugaskan, selebihnya dirumahkan," kata dia.
Untuk memenuhi kebutuhan operasional, ia mengaku telah mengumpulkan donasi dan menerima bantuan CSR.
Taman Satwa Cikembulan kesulitan pakan
Sedikitnya 435 ekor satwa di Taman Satwa Cikembulan, Kecamatan Kadungora, Garut terancam kesulitan pakan akibat pandemi Covid-19.
Sebab, sejak awal Maret 2020, pihak manajemen menutup kunjungan wisatawan dan tak ada lagi pemasukan.
Manajer Operasional Taman Satwa Cikembulan Rudy Arifin memaparkan mereka dihadapkan pada biaya pakan yang tinggi.
"Biaya pakan macan tutul saja sebulan bisa sampai Rp 20 juta. Karena makanannya berupa daging, dalam kondisi seperti ini tabungan yang ada harus dikeluarkan," kata Rudy.
Ia memprediksi tabungan itu hanya bisa mencukupi hingga Juni 2020.
• Kebun Binatang di Indonesia Hadapi Krisis di Tengah Wabah Virus Corona
• Seekor Harimau Malaya di Kebun Binatang Amerika Serikat Postif Virus Corona
• Seekor Harimau di Kebun Binatang AS Positif Virus Corona
• Harga Tiket Masuk Wisata Bumi Kedaton Lampung, Ada Taman Hiburan hingga Kebun Binatang
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mati Surinya Sejumlah Kebun Binatang di Tengah Pandemi, Ada yang Hendak Korbankan Rusa untuk Pakan Harimau"
Baca tanpa iklan