"Bastoy adalah pulau yang indah, tidak seperti penjara yang mengerikan, cara ini akan membuat orang-orang berubah," kata Arne Kvernvik Nilsen, penanggung jawab Penjara Bastoy.
Penjara Bastoy menjadi rumah tahanan bagi para pelaku kejahatan serius termasuk pembunuhan dan perkosaan, namun memiliki tingkat reoffending terendah di Eropa, yaitu 16 persen, dibandingkan dengan rata-rata negara Eropa lainnya sekitar 70 persen.
Sebelumnya, Bastoy adalah pusat rehabilitasi dan penahanan anak-anak atau remaja yang brutal.
Pada 1915, tempat ini digunakan untuk menahan anak laki-laki pemberontak yang ditindas militer Norwegia.
Pemerintah Norwegia mengambil alih pada 1953 dan menutupnya pada 1970.
Pada tahun 1982, penjara dibuka kembali sebagai proyek percobaan yang telah berevolusi menjadi Penjara Bastoy hari ini.
Tidak semua fasilitas lembaga pemasyarakatan Norwegia sama dengan Penjara Bastoy.
Tetapi semua penjara di Norwegia mengikuti filosofi yang sama, yaitu keyakinan tentang hukuman yang harus diberikan negara adalah hilangnya kebebasan.
Penderitaan tahanan sengaja diminimalkan.
Tidak ada hukuman mati dan tidak ada hukuman seumur hidup.
"Kehilangan kebebasan adalah hukuman yang cukup," kata Nilsen.
"Begitu ditahan, kita harus fokus pada pengurangan risiko yang ditimbulkan oleh pelanggar kepada masyarakat setelah mereka meninggalkan penjara," lanjutnya.
• Fakta Unik Tangkahan, Surga Tersembunyi di Langkat yang Siap Buatmu Terpikat
• Fakta Unik Swedia, Punya Paspor Terbaik Dunia hingga Tingkat Jomblo Tertinggi di Eropa
• Fakta Unik Winchester Mansion, Tempat Paling Menyeramkan di California dengan Kisah Misteriusnya
• Fakta Unik Danau Ranau, Danau di Lampung yang Terbentuk Akibat Gempa dan Letusan Gunung Berapi
(TribunTravel.com/rizkytyas)
Baca tanpa iklan