Biasanya, makanan yang disajikan selain lawar adalah berbagai macam daging, sate, sayur, dan nasi putih. Hidangan dalam satu piring tersebut akan dimakan oleh lima orang.
"Kita mengelilingi piring anyaman bambu itu dengan makan makanan yang sama. Kita makan bareng-bareng pakai tangan. Siapa pun mereka, entah itu elit atau petani, pokoknya mereka duduk bersama dan makan bersama. Itulah orang Bali," kata Pitana.
Terkait kebersamaan, Adnyana menuturkan, bahwa di beberapa desa hanya proses pembuatan lawar saja yang dilakukan bersama-sama. Selebihnya pada saat memakan lawar mereka melakukannya sendiri-sendiri.
• 10 Fakta Hari Raya Galungan, Ternyata Tak Cuma Dirayakan Umat Hindu di Bali
• 8 Hal yang Akan Traveler Jumpai Saat Hari Raya Galungan di Bali
• 6 Sajian Khas yang Hadir saat Perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali
• 5 Tips Liburan ke Bali saat Galungan, Perhatikan Tata Krama saat Berada di Pura
• 6 Potret Penjor yang Banyak Dicari saat Galungan di Bali
Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali
Baca tanpa iklan