Perjalanan menuju Chang La ini benar-benar menguji kemampuan Yosep mengendarai motor karena kontur jalan yang rusak.
Konsentrasi tingkat tinggi wajib diperlukan saat melintas karena jalan bersisian langsung dengan jurang yang dalam.
Apalagi, posisi Yosep berdua ditambah beban bekal di sisi kanan-kiri motor.
“Akhirnya sadar mengapa saya dikatakan gila karena hanya pergi berdua itupun memakai satu motor dan bersama istri," kata Yosep.
Yosep bersyukur, masa persiapan fisik yang ia lakukan beberapa bulan sebelum menempuh perjalanannya ini berbuah manis.
Selain itu, ia telah menyiapkan pakaian yang hangat karena suhu di lokasi ini begitu dingin.
Akan semakin terasa dingin, ketika sedang melakukan perjalanan di atas motor.
Perjalanan dari Chang La menuju destinasi selanjutnya di Tso Moriri atau Danau Moriri lalu menuju ke Lembah Hanle yang terletak di punggung Himalaya Range India Utara nyaris tanpa kendala.
Lembah Hanle ini merupakan tempat tinggal sementara para penggembala nomaden Changpa.
Jenis makanan di Ladakh ini yang jadi kendala bagi Yosep dan istri.
Kari, menjadi olahan makanan dominan di sana.
Sangat sedikit olahan masakan asia tenggara di Ladakh.
Jangankan varian masakan Asia, restoran sangat jarang ditemui di sepanjang perjalanan menempuh ribuan kilometer.
“Dasarnya lidah yang terbiasa makan nasi pecel atau gudeg, di sana banyak diolah kari. Lama-lama bosan makan kari," kata Yosep.
Mulai hari ketiga Yosep dan istri lebih sering masak roti dan omlet atau roti mentega dan minum madu bekal dari rumah untuk menjaga kondisi.
Baca tanpa iklan