Setelah memastikan kondisi istri benar-benar pulih dan membawa bekal logistik Yosep memulai perjalanan.
Juga pengisian penuh bakar bakar di motor termasuk cadangan bahan bakar.
Pasalnya, sepanjang perjalanan sejauh lebih dari 1500 kilometer hanya ada tiga tempat pengisian bahan bakar selain di Kota Leh.
Perjalanan dimulai dari Kota Leh menuju Hunder melewati Khardung La, jalan tertinggi selain Chang La dan Tangla La.
Dusun kecil itu terletak di ujung Lembah Nubra Ladakh, jauh di India utara, dikepung oleh Sungai Shyok dan puncak-puncak tinggi pegunungan Karakoram.
Perjalanan berlanjut ke Danau Pangong Tso, sebuah danau indah yang disebut-sebut sebagai salah satu danau tertinggi di dunia karena berada di posisi 4350 meter dari permukaan laut.
Danau ini membentang sepanjang 134 kilometer dengan lebar 5 km dan berada di perbatasan India dan China (Tibet).
Menginap di sebuah tenda di pinggir Danau Pangong Tso ini dengan ketinggian 4350 meter dari atas permukaan laut ini, Yosep merasakan bagaimana sulitnya bernafas karena kadar oksigen yang tipis sewaktu malam hari.
Begitu pula sang istri, yang saat malam tiba, mengeluh tidak bisa bernafas.
“Waktu menginap di tenda itu saya berusaha rileks agar keadaan tidak semakin parah dengan ketersediaan oksigen yang tipis," kata Yosep.
Yosep pun meminta kepada istrinya menghirup oksigen dari kaleng oksigen yang sudah dipersiapkan.
Pada akhirnya, Yosep dan sang istri baik-baik saja dan bisa melewati malam di Danau Pangong Tso.
Perjalanan dari Danau Pangong Tso dilanjutkan ke Chang La dengan ketinggian 5360 meter di atas permukaan laut.
Tempat ini disebut-sebut sebagai tempat kedua tertinggi di dunia yang bisa dilalui menggunakan sepeda motor.
Lagi-lagi, dengan kondisi oksigen yang tipis, Yosep dan istri harus bisa menyesuaikan diri.
Baca tanpa iklan