Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Instalasi Pisang Seharga Rp 1,6 Miliar ini Dimakan Begitu Saja oleh Seniman Ini

Penulis: Gigih Prayitno
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Instalasi Pisang

TRIBUNTRAVEL.COM - Sebuah instalasi pisang yang ditempelkan di dinding seharga Rp 1,6 miliar dimakan begitu saja oleh seniman ini.

Diketahui instalasi pisang tersebut merupakan karya dari seorang seniman Italia yang bernama Maurizio Cattelan yang dipamerkan di galeri International Art Basel di Miami, Amerika Serikat.

Instalasi yang berjudul "Comedian" tersebut viral dan menjadi pembicaraan di sosial media karena banyak netizen yang beranggapan ide Maurizio tersebut unik dan nyeleneh.

Meskipun terlihat sederhana, hanya menggunakan satu buah pisang yang ditempelkan dengan selotip, namun harga instalasi ini sangat fantastis, yakni Rp 1,6 miliar.

Namun, belum sempat diantarkan kepada pihak pembeli, seorang seniman lain David Datuna mencabut pisang tersebut dari dinding.

Tidak hanya tiu, David kemudian mengupas dan memakan pisang tersebut begitu saja.

Dilansir oleh TribunTravel dari BBC, David mengatakan bahwa dia menyukai karya seni David Datuna dan itu sangat lezat.

Apa yang dilakukan oleh Datuna tersebut lantas memicu amarah dari seorang staf galeri, kemudian pisang tersebut diganti.

Diketahui instalasi seni pisang yang ditempelkan di dinding itu mempunyai sertifikat keaslian sehingga hanya pemiliknya lah yang bisa mengganti pisang tersebut.

Diberitakan oleh CBS News, Juru Bicara Perrotin Gallery, Lucien Terras mengatakan bahwa Datuna tidak "menghancurkan" karya seni tersebut.

Hal ini karena pisang tersebut adalah ide dari karya seni tersebut.

Emmanuel Perrotin, pendiri galeri, mengatakan kepada CBS News bahwa karya Maurizio bukan hanya tentang objek, tetapi tentang bagaimana objek bergerak di dunia.

Dari akun Instagram @galerieperrotin dijelaskan bagaimana awal Maurizio Cattelan mendapatkan inspirasi konsep ini.

"Ide dari karya ini datang dari sang seniman (Maurizio Cattelan) setahun lalu.

Saat itu Cattelan berpikir tentang patung yang berbentuk seperti pisang.

Halaman
12