"Kami terus berupaya untuk melakukan dialog interkultural dengan negara-negara yang punya tradisi khususnya Asia. Menjadikan FESPIN sebagai ruang pertemuan kreatif antar individu, antar kelompok, dan antar bangsa," tegasnya.
Ngadi Yakur peserta sekaligus pengrajin payung tradisi menyebut hadirnya Festival Payung 2019 ini seolah menjadi angin segar bagi industri payung tradisi.
Ia mengaku sejak hadirnya Festival Payung, tradisi banyak pasar-pasar baru yang bisa ia peroleh.
"Sejak ikut festival ini, kita sampai kewalahan menerima order. Ternyata pasar payung tradisi ini sekarang bermacam-macam tak hanya untuk upacara adat. Sebagai pengrajin tentu ini hal positif, selain melestarikan budaya tapi juga mengembangkan pasar payung tradisi ini," sebut pengrajin sekaligus pengusaha payung tradisi asal Juwiring, Klaten ini. (TRIBUNJOGJA.COM)
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Tak Hanya Nusantara, Festival Payung Indonesia 2019 Bakal Suguhkan Budaya Thailand Hingga Jepang
Baca tanpa iklan