TRIBUNTRAVEL.COM - Sebelum liburan ke Thailand, sudah terbayang banyak hal menarik yang bisa dinikmati.
Mulai dari pantai tropis yang eksotis, kuil-kuil megah, kuliner lezat dan aneka suvenir dengan harga terjangkau untuk dibawa pulang.
Namun, sebelum menginjakkan kaki di Thailand, ada beberapa hal yang perlu wisatawan Indonesia ketahui tentang penukaran uang Rupiah menjadi Baht Thailand.
Baht Thailand terdiri dari uang berbahan kertas dan logam.
Keunikan mata uang Thailand ini terletak pada gambar Raja Bhumibol Adulyadej pada satu sisi uang.
Jika mata uang Indonesia menampilkan foto pahlawan yang berbeda-beda, maka wajah Yang Mulia Raja Bhumibol Adulyadej akan selalu ditemukan pada mata uang Thailand.
Gambar Raja Bhumibol Adulyadej pada Baht merupakan bentuk penghormatan rakyat Thailand kepada sang Raja.
Itulah sebabnya, menginjak, melipat, merusak hingga merobek uang Thailand bisa berurusan dengan pihak yang berwenang.
Banyak wisatawan dari berbagai negara merasa kesulitan menukar uang dari negara mereka saat tiba di Thailand karena nilai jualnya menjadi kecil di Money Changer Thailand, termasuk Rupiah.
• 8 Fakta Menara Hantu di Thailand, Kemegahan yang Termakan oleh Zaman
• 5 Desert Kekinian dengan Tampilan Unik dan Menggoda di Thailand
• Traveling Pertama Kali ke Thailand? Berikut Hal Penting Tentang Baht yang Wajib Turis Tahu
Tak heran jika banyak wisatawan memilih mengkonversikan uangnya ke Dolar, baru menukarnya ke Baht.
Dirangkum TribunTravel dari berbagai sumber, berikut tips menukar Rupiah ke Baht dan transaksi aman di Thailand.
1. Menarik uang tunai di ATM Thailand.
Menarik uang tunai dari ATM di Thailand menggunakan kartu debit/kartu ATM internasionalmerupakan cara menukar uang yang paling mudah di Thailand.
Sebagian besar ATM di Thailand mengeluarkan uang kertas 10 ribu Baht Thailand (THB) dalam satu lot.
Ada juga yang mengeluarkan 20 ribu THB sekaligus.
Baca tanpa iklan