Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Benarkah Marco Polo Membawa Pasta dari China ke Italia?

Editor: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pasta.

TRIBUNTRAVEL.COM - Coba bayangkan mi dan kuetiau.

Lalu, bandingkan perawakan keduanya dengan spageti dan fetucini.

Selintas, terdapat kemiripan rupa antara mi dengan spageti serta kuetiau dengan fetucini.

Lantas, adakah hubungan di antara keduanya?

Dari mitos yang beredar, kemiripan antara “pasta” dari China dan Italia tersebut disebabkan oleh perjalanan Marco Polo.

Ditengarai, Polo-lah orang yang memperkenalkan pasta ke Italia usai berkelana ke China. 

Polo yang berasal dari Venesia memang pernah melakukan perjalanan ke China ketika negeri tersebut dikuasai oleh Dinasti Yuan (1271-1368).

Pasta ravioli (taste.com.au)

Kisah perjalanan Polo termaktub dalam kroniknya berjudul Oriente Poliano.

Dalam salah satu kisahnya dalam kronik tersebut, Polo bercerita soal “pohon pasta” yang ia temui di China.

Pohon tersebut menghasilkan buah dan biji yang kemudian diolah menjadi makanan sejenis “pasta”.

Ketika menggambarkan makanan tersebut, Polo tampak “mengacu pada makaroni atau sejenis pasta (beberapa terjemahan menyebut lasagna)”, sebagaimana dikutip dari The New York Times dalam artikelnya “The Polo Pasta Myths”.

Cara Polo menggambarkan makanan sejenis pasta yang ia saksikan di China mengindikasikan ia telah mengenal pasta sebelum ia tiba di sana.

Dengan demikian, anggapan jika pasta dikenalkan Marco Polo ke orang-orang Italia usai berkelana ke China menjadi kurang masuk akal karena minimnya fakta historis.

Sebaliknya, anggapan bahwa pasta ditemukan oleh orang-orang Italia lalu dikenalkan Marco Polo di China pun sama sekali tak berdasar.

Sebab, hasil penelitian arkeologis pada 2002 telah menemukan fakta makanan sejenis mi telah dikonsumsi oleh bangsa Tionghoa sejak 4.000 tahun silam.

Halaman
12
Tags: