4 Tipe Kegiatan Volunteering untuk Satwa Liar, Cocok Buat Para Animal Lovers

Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Sinta Agustina
4 Tipe Kegiatan Volunteering untuk Satwa Liar.

TRIBUNTRAVEL.COM - Traveling ke tempat lain bukan hanya sekadar menyenangkan diri sendiri, tetapi juga ada aktivitas wisata yang bisa memberikan kontribusi kepada orang atau makhluk hidup lainnya.

Satu di antaranya adalah dengan menjadi volunteer atau sukarelawan untuk pelestarian binatang.

Tentu ini menjadi satu aktivitas traveling yang digemari animal lovers.

Selain itu, kegiatan sukarela semacam ini juga bisa memberikan kepuasan batin dan kebahagiaan tersendiri.

Ada banyak tipe aktivitas volunteering yang bisa kamu lakukan untuk pelestarian atau upaya penyelamatan satwa.

Berikut TribunTravel.com telah merangkum empat di antaranya dari laman goabroad.com.

1. Konservasi Satwa Laut (Marine Conservation)

(responsibletravel.com)

Ekosistem dan kehidupan satwa di lautan kini semakin terancam akibat kegiatan manusia.

Seperti praktik penangkapan ikan yang merusak dan tidak berkelanjutan, atau polusi dari sampah, tumpahan minyak, plastik, limbah, bahan kimia, dan lainnya.

Keberadaan sukarelawan alias volunteer tentu sangat dibutuhkan mengingat luasnya lautan yang mencakup 70 persen dari permukaan Bumi dan hanya 0,6 persen dari total lautan di dunia yang menjadi area dilindungi.

Buat para traveler yang memiliki passion tinggi tentang kehidupan satwa lautan, tentu akan mendapat pelajaran dan keterampilan baru sembari berkontribusi dalam upaya konservasi populasi kehidupan satwa lautan.

2. Fotografi Alam Liar (Wildlife Photography)

(naturalworldsafaris.com)

Fotografi alam liar memang tidak terlalu banyak melibatkan aktivitas fisik, misalnya membersihkan kandang atau kotoran, seperti pekerjaan sukarelawan satwa lainnya.

Namun, fotografi alam liar bukanlah hal yang mudah.

Para sukarelawan dituntut untuk mendobrak batasan fotografi dan mengembangkan portofolio mereka sekaligus mendekatkan diri dengan berbagai spesies satwa liar.

Biasanya, fotografer alam liar akan menggunakan karya mereka untuk membantu para peneliti, mengembangkan komunitas, atau meningkatkan kesadaran global akan pentingnya alam.

3. Konservasi Penyu dan Penelitian (Sea Turtle Conservation & Research)

(volunteeringjourneys.com)

Ketujuh spesies penyu laut di seluruh dunia kini semakin terancam, populasinya pun menurun drastis.

Bahkan, beberapa di antaranya tergolong sebagai spesies terancam punah.

Anakan penyu atau tukik memiliki kesempatan sangat kecil untuk bertahan hidup hingga dewasa, dengan perbandingan 1 : 5.000.

Artinya, hanya satu dari 5.000 ekor tukik yang menetas yang bisa bertahan hidup hingga dewasa.

Penyu-penyu yang beruntung untuk mencapai usia dewasa pun berkembangbiak dengan lambat, mereka harus berhadapan lagi dengan rusaknya habitat alam, ancaman polutan di laut, serta perburuan untuk diambil daging, cangkang, dan telurnya.

Oleh karenanya, spesies yang memegang peranan penting dalam ekosistem laut ini membutuhkan keberadaan volunteer untuk menyelamatkan spesies dan habitatnya.

4. Konservasi dan Perawatan Gajah (Elephant Conservation & Care)

(socialnews.xyz)

Ada dua spesies gajah di dunia, yakni gajah Asia dan gajah Afrika, masing-masing memiliki beberapa subspesies tersendiri.

Selama abad ke-20, populasi dua spesies gajah tersebut menurun drastis akibat perburuan, konflik dengan manusia, dan rusaknya habitat asli.

Diperkirakan, rata-rata ada 30.000 hingga 38.000 gajah yang diburu untuk diambil gadingnya setiap tahun.

Kini, gajah Asia masuk spesies terancam punah dan gajah Afrika juga masuk kategori rawan.

Para volunteer harus aware atau waspada tentang berbagai institusi atau organisasi yang menyediakan program menaiki gajah.

Sebab, aktivitas ini dapat merusak tulang punggung gajah.

(TribunTravel.com/Rizki A. Tiara)