Kanal

Traveling di Luar Musim Liburan? Cek 4 Rekomendasi Kota Destinasi Wisata Terbaik Versi Booking.com

Pantai Legian di Jimbaran, Bali dengan spot sunset terbaik. Bali merupakan satu dari rekomendasi destinasi wisata terbaik untuk dikunjungi di luar musim liburan versi Booking.com - Instagram/fkierana

TRIBUNTRAVEL.COM - Dengan datangnya tahun 2019 di depan mata, sudah saatnya untuk merencanakan liburan di tahun depan.

Berdasarkan rilis yang diterima TribunTravel.com dari situs reservasi online Booking.com, lebih dari dua pertiga atau sekitar 67% wisatawan mengatakan bahwa pada 2019 mereka bersedia melakukan perjalanan ke sebuah destinasi di luar musim liburan.

Hal ini bertujuan untuk menghindari padatnya wisatawan yang berkunjung ke sana.

Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat saat wisatawan memilih mengunjungi destinasi populer di luar musim liburan.

Seperti, destinasi tidak terlalu ramai, harga lebih terjangkau untuk berbagai hal, dan tentunya
mendapatkan pengalaman yang jauh lebih otentik ketimbang di musim liburan.

Kali ini, TribunTravel.com merangkum rekomendasi kota destinasi wisata terbaik untuk dikunjungi di luar musim liburan versi Booking.com.

1. Florence, Italia

Florence, Italia (goaheadtours.com)

Kota Dante, Da Vinci dan Michelangelo adalah harta karun seni Renaissance.

Selain terkenal berkat koleksi seninya, Florence juga populer dengan ramai antrian turis.

Galleria degli Uffizi adalah salah satu museum seni yang paling banyak dikunjungi di dunia.

Nikmati pemandangan kota Florence yang terkenal dan hangat dengan espresso atau sup ribollita (sepanci Tuscan yang lezat berisi dengan sayuran dan remahan roti), atau dengan menaiki 463 langkah dari Il Duomo.

Waktu yang tepat untuk berkunjung:

Florence paling populer di bulan Juni, tetapi jika kebetulan berkunjung di bulan Januari kamu dapat menemukan harga akomodasi rata-rata 30% lebih terjangkau daripada selama musim liburan.

Berkunjunglah pada bulan Februari dan kamu akan menemukan akomodasi dengan rata-rata setengah harga dari peak season.

2. Kyoto, Jepang

Kyoto, Jepang (Youtex)

Bekas ibukota kekaisaran Jepang, saat ini Kyoto menjadi 'rumah' bagi koleksi situs UNESCO World Heritage terbesar di dunia.

Jelajahi kastil samurai, taman yang dipenuhi lumut yang rimbun, dan temukan kuil terkenal yang diselimuti salju.

Waktu yang tepat untuk berkunjung:

Kyoto sangat populer di musim semi dan musim gugur, tetapi traveler yang bersedia melakukan perjalanan pada Januari akan menemukan bahwa tarif akomodasi rata-ratanya lebih terjangkau 37% daripada bulan paling mahal dalam satu tahun (April).

3. Hualien City, Taiwan

Area stasiun di Hualien City, Taiwan (formosaguide.com)

Hualien City adalah base camp sempurna untuk menjelajahi pantai timur Taiwan.

Satu spot yang populer dikunjungi wisatawan adalah Ngarai Taroko dengan jalur hiking dan beberapa keajaiban alam lainnya.

Hualien City juga merupakan surga kuliner dengan kedai teh, pasar malam, dan restoran yang menyajikan sajian sajian lokal.

Kamu juga bisa melihat kerajinan lokal di Stone Art Street, kuil, atau Museum Chihsing Tan Katsuo, museum unik yang didedikasikan untuk ikan tuna cakalang kering.

Waktu terbaik untuk berkunjung:

Secara teknis, Maret merupakan awal off-season, jadi suasana Hualien City cenderung tak terlalu ramai.

Namun, awal bulan Maret juga menjadi akhir musim sakura di Taiwan.

Meski begitu, tarif akomodasi di Hualien City akan 25 persen lebih terjangkau pada Maret dibandingkan saat peak-season bulan Juni.

4. Bali, Indonesia

Selancar di pantai wilayah Kuta, Bali (surfindonesia.com)

Pantai yang indah, penduduk yang ramah, dan budaya yang dinamis menjadikan Bali sebagai destinasi wajib bagi wisatawan dari seluruh dunia.

Di sana, traveler bisa menikmati pemandangan alam, berselancar, atau menikmati sajian yang khas.

Waktu terbaik untuk berkunjung:

Maret memang masih menjadi bagian dari musim hujan, tetapi intensitasnya sudah lebih jarang.

Sementara, suhu udara berada pada pertengahan 20 derajat Celsius yang tentunya terasa nyaman.

Akomodasi di Canggu, Seminyak, dan Ubud pada bulan Maret biasanya 20 persen lebih terjangkau dibandingkan bulan-bulan paling mahal sepanjang tahun.

(TribunTravel.com/Rizki A. Tiara)

Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
.

Berita Populer