Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Sempat Populer, Kanguru Berotot Asal Australia Mati di Usia 12 Tahun, Ini Penyebabnya

Editor: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Roger Kangguru

TRIBUNTRAVEL.COM - Seekor kanguru yang menjadi populer karena badannya yang berotot dilaporkan mati pada Sabtu pekan lalu (8/12/2018).

The Kangaroo Sanctuary Alice Springs dikutip Channel News Asia, Senin (10/12/2018), menyatakan kanguru bernama Roger itu mati dalam usia 12 tahun.

Dalam video resmi, Chris "Brolga" Barns, penyelamat kanguru sekaligus pendiri Sanctuary menuturkan Roger mati karena usia tua.

Barns mengatakan, 10 tahun silam dia membangun Sanctuary yang berlokasi di Northern Territory, Australia, tersebut agar Roger bisa menjadi pejantanutama.

Lihat Juga:

Daily Mirror memberitakan, Barns menyelamatkan Roger dari kantong induknya yang mati, dan membesarkannya di Sanctuary.

"Saat itu, saya membangun tempat ini bagi Roger dan beberapa istrinya, Ella dan Abigail, supaya mereka mempunyai tempat untuk hidup," kata Barns.

Dia melanjutkan, Roger tumbuh menjadi kanguru yang dicintai semua orang di dunia, dan menyatakan Roger dikuburkan di Sanctuary.

"Supaya dia bisa bersama keluarganya. Kami bakal selalu mengenangkannya hari ini hingga tahun-tahun ke depan. Dia bakal selalu ada di sini," lanjut Barns.

Dia menambahkan, Roger sudah mulai menunjukkan tanda-tanda "kelelahan" dengan kurangnya agresivitas pada Januari lalu.

Roger, kata Barns, biasanya mengejar dia ke segala arah dan berusaha menendangnya. Namun sejak Januari, perilakunya tidak seperti itu.

Kanguru itu mencuri perhatian di internet pada 2015 ketika muncul dengan penampilannya yang berotot, dan gambar dia menghancurkan ember besi.

Roger dilaporkan mempunyai bobot 90 kilogram dan mempunyai tinggi sekitar dua meter. Mirror melansir, saat muda, kanguru biasanya bergulat dan bertarung.

Halaman
12