Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Kunjungi Vihara Buddhagaya Watugong di Semarang, Apa Kata Turis Skotlandia?

Editor: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pagoda di komplek Vihara Buddhagaya Watugong.

Sedangkan ayam jago mencerminkan sikap manusia yang tidak bisa membedakan hingga ia semena-mena melakukan perkawinan.

Untuk ular sendiri adalah cermin sikap manusia yang asal patok.

"Ketiga sifat tersebut bisa diminimalisir. Itu merupakan kodrat manusia. Dengan meditasi manusia bisa fokus, memahami diri sendiri, dan memahami arah kehidupan," jelas Romo Warto.

Kedamaian hidup, memberi kehidupan yang bermanfaat, dan tidak merugikan ataupun merusak kehidupan orang lain adalah ajaran Budha.

"Kedamaian adalah sejatinya hidup. Tidak perlu memaksakan kehidupan. Coba, tadi kamu ingat atau sadar tidak? Menggunakan kaki yang mana dulu saat melangkah di plataran ini?" tanya Warto.

Itulah contoh satu kefokusan yang harus manusia kuasai.

"Filosofi kehidupan yakni adalah fokus. Fokus dan rileks, itulah kunci kehidupan," jelas Warto.

Tak perlu merasa dikejar-kejar waktu, menikmati nafas kehidupan adalah sejatinya hidup.

Setiap hari Jumat pukul 19.00 WIB di Vihara ini ada kegiatan meditasi yang terbuka untuk umum.

James saat mengagumi ajaran Budha yang ia dapatkan ini.

Di Pagoda terdapat patung Dewi Kwan Im.

Warto menjelaskan, Patung ini merupakan simbol welas asih.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Wisatawan Skotlandia Nikmati Kedamaian saat Berada di Vihara Buddhagaya Watugong Semarang.