Diakuinya bahwa Museum tersebut batu dibuka secara umum mulai tahun ini, menurutnya dalam sehari ada 10 sampai 20 pengunjung Museum tersebut.
Adapun Museum Merpati buka mulai jam 9 pagi hingga jam 4 sore.
Disinggung mengenai biaya perawatan Museum perbulannya, ia menyebut sekitar Rp6 juta dan jumlah tersebut belum termasuk biaya yang lain-lain.
"Jadi harapannya kalau orang yang datang kesini dan sebelumnya tidak tahu apa-apa, setelah pulang jadi sedikit tahu. Dan yang sudah tahu jadi lebih tahu. Tidak tiketing, tapi hanya ganti uang perawatan saja Rp40 ribu dan sudah dapat minum sama ada pemandunya nanti," ujarnya.
Handoko melanjutkan, bahwa ia sama sekali belum memiliki niatan untuk menambah koleksi barang kunonya, hal itu karena ia berencana menata ulang Museumnya.
Mengingat tempatnya saat ini dirasa kurang luas untuk menyimpan ratusan barang kuno miliknya tersebut.
Mengenai rencana untuk menjual kendaraan kuno miliknya juga belum terpikir olehnya.
Karena dari awal ia memang telah berniat untuk mendirikan Museum tersebut, dan bukannya untuk memperjualbelikan barang-barang kuno miliknya.
Meski diakuinya tidak sedikit orang-orang yang berupaya menawar koleksi barang kuno miliknya, khususnya untuk sepeda motor kuno koleksinya.
"Tidak ada niat untuk diperjualbelikan, karena niatnya kan untuk bikin Museum, nanti kalau dijual bisa habis motor saya," ucapnya dilanjutkan gelak tawa.
Handoko menuturkan, bahwa dengan membuka Museum Merpati ia merasa dapat menyenangkan banyak orang.
Di mana dengan menyenangkan banyak orang akan menimbulkan kebahagian bagi dirinya.
Handoko mencontohkan, apabila dalam satu bulan ada 200 orang yang mengunjungi Museumnya, ia merasa bahwa dengan hal tersebut dapat menyenangkan hati ke-200 pengunjung itu.
"Dengan Museum ini kan bisa menyenangkan hati banyak orang, karena ada pepatah kalau cara untuk menyenangkan diri sendiri adalah dengan menyenangkan banyak orang. Jadi kalau mau bahagia gampang, bahagiakanlah orang lain, dan nanti akan mendapat kebahagiaan dari dalam, karena kebahagiaan sejati itu bahagia yang berasal dari dalam, bukan dari luar," pungkasnya. (*)
Baca tanpa iklan