Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Mengintip Ratusan Koleksi Otomotif dan Onthel Kuno yang Unik di Museum Merpati Yogyakarta

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Koleksi sepeda kayu kuno dari berbagai jenis dan merek di Museum Merpati

"Selain itu ada motor BMW R50 milik Koes Plus juga di sini (Museum Merpati), kalau yang spesial itu yang motor Nimbus buatan Denmark, spesial karena hanya diproduksi 1000 unit," imbuhnya.

Selain sepeda motor kuno, Handoko juga mulai mengkoleksi mobil kuno pada tahun 1995.

Diungkapkannya, hal itu karena tertular virus dari sang ayah yang seorang kolektor mobil.

Mengenai mobil yang dikoleksi mulai dari produksi tahun 1925 sampai tahun 1970, baik dari pabrikan negara Amerika, Eropa dan Jepang.

Disinggung mengenai koleksi sepeda motor kuno yang paling mahal, Handoko menyebut ada 3 unit Harley Davidson Knucklehead yang berasal Amerika dan Jerman.

Dikatakannya, bahwa dahulu ia membeli dengan harga Rp35 juta dan harga juga saat ini mencapai Rp3-4 miliar.

"Yang paling berkesan itu dari bapak saya yaitu (Mobil) Hudson Super Six tahun 1925. Setelah itu koleksi kacamata, arloji dan jam dinding kuno mulai tahun 2004, serta sepeda kayuh mulai tahun 2012. Kalau jumlah, sekarang ada sekitar 300 unit motor kuno, 500 unit sepeda dan 60 unit mobil," katanya.

Ditanya mengenai perawatan ratusan barang kuno itu, Handoko mengatakan telah memiliki beberapa karyawan yang khusus merawat barang kuno tersebut.

Mengenai cara perawatan diungkapkannya hanya dibersihkan saja, mengingat beberapa sepeda motor kuno miliknya jarang dikendarai di Jalan raya.

"Ada tiga orang yang melakukan perawatan, perawatannya seperti dibersihkan dan dilapi saja," katanya.

Lebih lanjut, karena telah memiliki banyak barang kuno, ia merasa bahwa sangat sayang apabila hanya dinikmatinya sendiri.

Selain itu Handoko ingin agar masyarakat tahu nilai sejarah sepeda motor kuno di Indonesia.

Karenanya ia memutuskan untuk membuat sebuah Museum bernama Museum Merpati.

Menurutnya, nama tersebut memiliki sebuah makna yaitu perdamaian dan kesetiaan.

Selain itu, ia menerapkan 3 prinsip dalam membuka Museum, adapun tiga prinsip itu adalah education, entertainment dan evolution.

Di mana dengan adanya Museum masyarakat bisa teredukasi, terhibur dan mengerti akan nilai sejarah pada setiap barang-barang kuno.

Halaman
1234