Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Mengintip Ratusan Koleksi Otomotif dan Onthel Kuno yang Unik di Museum Merpati Yogyakarta

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Koleksi sepeda kayu kuno dari berbagai jenis dan merek di Museum Merpati

Keinginan memiliki sepeda motor tersebut kian kuat saat pria berusia 63 tahun ini berkunjung ke Amerika Serikat dan Canada.

Di dua negara tersebut, Handoko melihat banyak orang-orang secara berombongan mengendarai sepeda motor kuno.

Karena penasaran, ia lantas mengobrol dengan rombongan tersebut dan ternyata beberapa sepeda motor kuno yang dipakai rombongan itu dibeli dari Indonesia.

Mengingat saat itu, tepatnya di tahun 1989 harga Harley Davidson masih berkisar Rp2,5 juta.

Merasa kurang yakin bahwa sepeda motor itu didapatkan dari Indonesia, pria yang murah senyum ini mengecek ke beberapa tempat khususnya pelabuhan.

Di tempat tersebut akhirnya ia mendapati bahwa setiap harinya banyak kontainer bermuatan sepeda motor kuno dari Indonesia dengan tujuan luar negeri.

"Waktu itu saya berpikir, kalau caranya gini bisa habis (Motor kuno di Indonesia) dan kalau tidak diselamatkan nanti Indonesia malah tidak punya. Karena itu saya mulai memborong motor kuno tahun 1989, pertama beli Harley Davidson Sportster 1959 harga Rp5 juta. Dari situ saya beli terus sampai banyak sekarang untuk menyelamatkan asetnya Indonesia," katanya, Selasa (11/9/2018).

Dilanjutkan pria yang memiliki usaha showroom kendaraan bermotor dan restoran ini, upaya mendapatkan sepeda motor itu tidaklah semudah yang dibayangkan.

Mengingat Handoko harus mendatangi penjual sepeda motor kuno satu persatu hingga Jakarta, Surabaya, Malang hingga luar negeri.

Dalam perburuannya, Handoko hanya membeli sepeda motor kuno yang hanya diproduksi terbatas, pernah mencapai puncak kejayaan di jamannya serta sepeda motor legendaris.

Dikatakan legengaris karena pernah digunakan untuk keperluan khusus seperti militer, dan pernah dimiliki serta dikendarai orang-orang penting.

"Paling susah cari motor (Kuno) yang hanya diproduksi sedikit," ujarnya.

Namun, dari perburuan sepeda motor kuno yang dilakukannya, Handoko akhirnya memiliki jenis sepeda motor buatan Jepang, Eropa, Amerika, Jerman.

Jenis tersebut antara lain meliputo merek Yamaha, Honda, Suzuki, Kawasaki, Vespa, Lambretta hingga Birmingham Small Arms (BSA), Norton, Indian dan Harley Davidson.

"Yang mendapatkan caranya dengan datangi datuk-datuk motor sendirian, dan akhirnya mereka yang mendatangi untuk menawari sepeda motor. Dari situ dapat bekas punya orang penting, seperti punya Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Imam Santoso dan Letnan Jenderal TNI (Purn) Dading Kalbuadi. Punya pak Hoegeng itu ada dua yakni BSA Lightning Clubman 1965 dan BSA twin Golden Flash," ujarnya.

Halaman
1234