Pulau Morotai, Satu-satunya Saksi Sejarah Perang Dunia II di Indonesia yang Masih Bertahan

Penulis: Gigih Prayitno
Editor: Ambar Purwaningrum
Museum Perang Dunia II di Morotai, Maluku Utara.

Pada 15 September 1944, tentara sekutu dari Amerika Serikat dan Australia di bawah pimpinan Panglima Pasifik Barat, Jenderal Douglas MacArthur mendarat di Morotai tepatnya di bagian barat daya pulau ini.

Open Trip Pulau Morotai - Liburan ke Sini, Cuma Butuh Nabung Uang Jajan 2 Bulan Lho

Sebelum kedatangan sekutu ke Morotai, tentara Jepang sudah terlebih dahulu menduduki tempat tersebut dan membangun sebuah landasan pesawat.

Jepang kemudian meninggalkan Morotai untuk mendukung pertempuran di Pulau Halmahera sehingga saat itu hanya tersisa sebanyak 500 tentara Jepang di Morotai yang bertugas untuk menjaga pulau tersebut.

Oleh karena itu, dengan jumlah tersebut mereka dapat langsung ditaklukkan pasukan Amerika Serikat.

Angkatan Laut Jepang berikutnya berusaha merebut kembali pulau ini tetapi gagal.

Pulau Morotai - Tak Hanya Tawarkan Pesona Biota Laut, Pulau Ini Juga Simpan Sisa Peperangan

Ketika Jepang meninggalkan Morotai, Jenderal MacArthur melihat hal tersebut sebagai kesempatan emas untuk mengambil alih karena lokasinya strategis untuk merebut kembali Filipina dari Jepang.

Sekitar lebih dari 50 ribu tentara sekutu ditempatkan di Morotai dan MacArthur membangun beberapa landasan pesawat dan rumah sakit besar dengan 1.900 tempat tidur di dalamnya.

Selama Perang Dunia II berlangsung, pasukan Sekutu terus menempati Morotai hingga akhirnya Jepang menyerah tahun 1945 dan Pasukan Sekutu meninggalkan pulau tersebut.

Pulau Morotai - Dua Pulau Dihubungkan Jembatan Pasir, Asyik Snorkeling di Antara Kapal Karam

Sebelum meninggal pulau tersebut, pasukan Sekutu membakar semua bangunan yang mereka dirikan di Morotai.

Dengan luas wilayah mencapai 1.800 kilometer persegi, Pulau Morotai mempunyai sederet pantai cantik.

Pantai berpasir cantik tersebar di seluruh penjuru Morotai dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Tak hanya itu, Morotai juga mempunyai lokasi snorkeling dan diving dengan lanskap sejumlah kapal dan pesawat perang yang karam selama Perang Dunia II.

(TribunTravel.com/GigihPrayitno)