Kanal

Kerja di Sumba, Hamish Daud Mampir ke Tempat Tinggal Mendiang sang Ayah

Hamish Daud - INSTAGRAM/@hamishdw

TRIBUNTRAVEL.COM - Kehidupan Hamish Daud memang menarik perhatian banyak orang, termasuk warganet.

Suami dari penyanyi Raisa tersebut pernah menjalani kehidupan yang cukup pahit pada masa kecilnya.

Mungkin tak banyak yang tahu, Hamish pernah turun ke sawah hanya untuk memetik kangkung.

Ia juga sering ikut sang ayah, David Wyllie yang telah meninggal pada November 2012, memancing ikan di laut.

Bahkan, Hamish kecil pernah tinggal di dalam hutan dan mengandalkan apa yang ada di dalam hutan agar bisa makan.

Bahkan, ia pernah tak punya biaya untuk sekolah.

Selain itu, sang ayah yang juga seorang peselancar pernah tinggal di Sumba dan menjual kain ikat Sumba.

David Wyllie juga merupakan orang pertama yang mengenalkan kain ikat Sumba ke Amerika.

Tak heran bila, David Wyllie merupakan warga kehormatan Sumba dan hubungan Hamish Daud dengan warga di sana, terjaga sangat baik.

Seperti kali ini, saat Hamish Daud pergi ke Sumba untuk bekerja.

Hal ini diketahui lewat postingan di akun Instagram pribadinya, @hamishdw, Jumat (7/9/2018).

Dalam unggahan itu, Hamish mengabarkan jika dirinya mampir ke tempat tinggal sang ayah pada 1973.

Mendiang sang ayah rupanya pernah tinggal di Kampung Raja Prailiu, Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Dalam kunjungannya ke Kampung Raja Prailiu, Hamish mengaku senang karena akhirnya bisa bertemu dengan teman-teman lamanya walaupun sembari bekerja.

"Mampir di Kampung Raja Prailiu. Ini dulu tempat tinggal Ayah ku yg pertama pada tahun '73 bersama dengan Alm Umbu Ndjaka."

"Senang bisa sempetin ktmu teman2 lama walaupun sambil kerja," tulis Hamish dalam postingannya.

Terlihat dari postingannya, Hamish bersama dengan traveler Gemala Hanafiah berfoto bersama dengan warga sekitar.

Sementara itu, Hamish juga terlihat mengenakan kain tenun khas Kampung Raja Prailiu.

Dilansir dari wisata.nttprov.go.id, Kampung Adat Prailiu adalah Ibu Kota Kerajaan lewa Kambera yang terletak di sebelah timur Kota Waingapu.

Kampung adat ini terkenal dengan rumah adat yang disebut Uma Mbatang/ Uma Hori.

Kuburan megalitik (reti) dan patung-patung (penji) serta sejumlah benda purbakala masih terpelihara apik di sini.

Warga di perkampungan adat Raja Prailiu jufa terampil menenun ikat.

Hasil tenunan mereka bahkan mampu menembus pasaran nasional dan internasional.

Penulis: sri juliati
Editor: Sri Juliati
Sumber: Tribun Travel
.

Berita Populer