Kanal

Mengenal Fenomena Ekuinoks yang Akan Terjadi pada September 2018, Ini Fakta-faktanya

Ilustrasi Ekuinoks dan Solstis - theepochtimes.com

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Rizki A Tiara

TRIBUNTRAVEL.COM - Ada fenomena menarik yang terjadi pada bulan September 2018, yakni fenomena Ekuinoks.

Tepatnya, fenomena Ekuinoks nanti akan terjadi pada 23 September 2018 pukul 08.15 WIB.

Sebenarnya, fenomena Ekuinoks terjadi secara rutin dan merupakan penanda bagi pergantian musim di Bumi.

Kali ini, TribunTravel.com merangkum beberapa fakta tentang fenomena Ekuinoks dari beberapa sumber.

1. Apa itu Ekuinoks?

Ekuinoks adalah peristiwa di mana Matahari berada tepat di atas garis ekuator Bumi.

Sehingga durasi siang dan malam di seluruh wilayah Bumi tepat sama, yakni 12 jam.

Jadi misalnya Matahari terbit pukul 05.30 pagi, berarti Matahari akan terbenam pukul 17.30 sore.

Matahari juga terbit tepat di timur dan terbenam tepat di barat.

2. Kapan terjadinya fenomena Ekuinoks?

Fenomena Ekuinoks terjadi dua kali dalam satu tahun, menurut laman CNN.

Yakni sekitar tanggal 20 Maret hingga 21 Maret dan tanggal 22 September hingga 23 September.

Ekuinoks September (Autumnal Equinox) menandai hari pertama musim gugur bagi belahan Bumi utara dan hari pertama musim semi bagi belahan Bumi selatan.

Ekuinoks Maret (Vernal Equinox) menandai hari pertama musim gugur bagi belahan Bumi selatan dan hari pertama musim semi bagi belahan Bumi utara

3. Nama Ekuinoks.

Dikutip TribunTravel.com dari laman CNN, kata Ekuinoks berasal dari kata latin equinoxium, yang berarti panjang siang hari dan malam hari yang sama.

4. Penyebab terjadinya Ekuinoks

Melansir laman infoastronomy.org, Ekuinoks terjadi karena poros putaran Bumi miring pada sudut 23,5┬░ terhadap bidang orbitnya dalam mengelilingi Matahari.

Kemiringan inilah yang membuat adanya gerak semu tahunan Matahari.

Akibatnya, pada bulan Juni, kutub utara Bumi lebih condong ke arah Matahari.

Sementara, pada bulan Desember kutub selatan Bumi lebih condong ke arah Matahari.

Oleh karenanya, Ekuinoks juga menyebabkan adanya perbedaan musim di Bumi.

5. Ekuinoks dan Solstis (Titik Balik Matahari/Solstice)

Fenomena Ekuinoks berbeda dari fenomena Solstis meski sama-sama terjadi dua kali dalam satu tahun.

Mengutip laman CNN, Solstis atau Titik Balik Matahari adalah fenomena di mana Matahari berada di posisi paling utara atau paling selatan.

Solstis 21 Juni menandai awal musim panas bagi belahan Bumi bagian utara dan awal musim dingin bagi belahan Bumi bagian selatan.

Sementara, Solstis 22 Desembermenandai awal musim dingin bagi belahan Bumi bagian utara dan awal musim semi bagi belahan Bumi bagian selatan.

6. Dampak Ekuinoks terhadap kehidupan di Bumi.

Melansir laman Bobo, Ekuinoks sama sekali tidak berbahaya bagi Bumi maupun kehidupan.

Jadi, jangan mudah percaya dengan berita atau hoaks yang mengabarkan fenomena Ekuinoks yang membahayakan kehidupan di Bumi.

Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Sri Juliati
Sumber: Tribun Travel
.

Berita Populer