Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Terendam Banjir hingga 70 Cm, Warung Pecel di Jatinegara Tetap Ramai Pembeli! Ternyata, Rahasianya

Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ahmad Saiful Bahri atau Ipunk makan di tengah banjir Jatinegara, Jakarta.

Selain itu yang tak kalah unik, tersedianya aneka sate yang juga bisa digoreng atau di bakar.

Mulai sate ampela, sate usus, dan sate kulit.

Hmm... menggugah selera bukan?

Ahmad Saiful Bahri atau Ipunk makan bersama rekannya di tengah banjir Jakarta. (Dok. Ahmad Saiful Bahri)

Bagi pecinta sambal, sambal pecel lele di sini diolah oleh Hendrik di warungnya langsung.
Kamu bisa memesan tingkat kepedasan sambal, apakah tidak pedas, sedang, ataupun paling pedas.

"Bisa minta, kalau langganan biasanya bilang 'sambalnya paling pedas cak'."

"Buat yang gak pedas kan pake adonan tomat biasa, kalau sedang ada cabenya," tuturnya sembari mengulek sambal pesanan pelanggan.

KompasTravel pun mencicipi menu lele goreng, ayam bakar, dan sate kulit juga ampela.
Tak ketinggalan sambal pecel dengan tingkat sedang melengkapi menu tersebut.

Sambal dengan tingkat kepedasan yang bisa dipesan di Pecel Cak Hendrix, yang ramai saat banjir, di Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Rabu (7/2/2018). (KOMPAS.COM/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA)

Saat dicoba, sate kulit ayam memang dibuat kering, lebih cocok digoreng dibanding bakar.
Lelenya berukuran sedang (20 centimeter) dan digoreng garing, tidak berlendir.

Nah, saatnya menyecap hidangan bakar, andalan pecel ini.

Bumbu bakarnya terasa gurih sedikit manis saat disesap.

Sedang daging ayamnya si seperti biasa, layaknya ayam potong yang di bakar.

Winarti (56), warga Jalan Tongtek, seorang langganannya mengatakan ia memang sering makan di Pecel Lele Cak Hendrix.

Ia suka dengan hidangan lele bakar yang disajikan di sini.

"Menu bakarnya mas yang ramai."

"Kalau goreng-goreng mah di depan rumah saya juga ada."

Halaman
123