Namun, foto-fotonya saat pertempuran 10 November 1945 pecah dimasukkan dalam buku 10 November (Bung Tomo).
Tak hanya foto saat peristiwa perobekan, Abdul juga mengabadikan gambar ketika pemuda Surabaya hendak berangkat ke hotel, dengan membawa senjata bambu runcing dan parang.
Foto saat Bung Tomo berpidato di hadapan arek-arek Surabaya juga berhasil ia abadikan.
Berikut fakta siapa Abdul dan bagaimana perjuangannya dalam mempertahankan roll film foto tersebut, seperti dikutip dari berbagai sumber.
1. Bekerja di Satu Perusahaan dengan Bung Tomo
Bung Tomo yang pidatonya menggelorakan semangat rakyat Surabaya untuk melawan Sekutu adalah seorang jurnalis.
Ia bekerja di satu kantor berita dengan Abdul Wahab.
2. Memiliki Ibu Bernama Sarah dan Adik Pejuang
Ibu Abdul Wahab bernama Sarah.
Abdul menitipkan roll film berisi perobekan bendera itu pada ibunya.
Sedangkan adiknya bernama Siti Hanifah.
Ia ikut aktif dalam pertempuran Surabaya 10 November 1945.
Penampilannya yang lebih banyak berkerudung, berkebaya, dan memakai jarit membuatnya mudah lolos dari pemeriksaan tentara Sekutu.
Ia bahkan berhasil menyelundukan senjata untuk diberikan pada para pejuang karena sikapnya yang tenang.
Baca tanpa iklan