Dia mendistorsi bentuk kaleng--ada yang dibuat memanjang ke samping dan bawah--tapi tidak pada hal-hal detail seperti cetakan dan bentuk huruf.
Distorsi dan cetakan kata-kata itu membuat sebuah kesimpulan tentang hidup.
Bentuk tak lazim digambarkan sebagai hidup yang memiliki keragaman, ada yang manis dan pahit, susah dan senang.
Sementara pada tulisan sebagai penyemangat.
Misalnya tulisan di kaca seperti 'stay cool' dan 'keep funky'.
Kata-kata lain seperti "usaha, iktiar, usaha, ikhtiar, usaha jaya, piknik" untuk memberikan pesan bahwa kebahagiaan didapat bila tetap berusaha dan berikhtiar.
Selain itu, kaleng dengan cermin bertujuan untuk merefleksikan diri.
"Kerupuk dan kaleng ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa lepas dari masyarakat Indonesia. Pesan itu mau disampaikan Ayang Kaleke, ditambah sisi kesederhanaan serta fungsional sebuah karya seni," kata Itjuk Rahayu, kurator karya dari Ayang.
Berita ini telah dimuat di Kompas.com dengan judul Kerupuk dan Keaslian Indonesia
Baca tanpa iklan