Tapi, sejauh ini rata-rata kisaran lemak gelato di bawah 10 persen.
Gelato berkualitas tinggi bahkan hanya mengandung 1-3 persen lemak.
Gelato juga mengandung lebih sedikit kuning telur, atau bahkan tidak menggunakan kuning telur sama sekali.
Sementara, es krim mengandung banyak kuning telur.
Terinspirasi dari resep dan teknik pembuatan gelato tradisional, Basiolo pun menciptakan gelato yang kita kenal sekarang ini, yang berbahan utama susu, krim dan gula.
Dalam perkembangannya, beberapa juru masak menciptakan gelato dengan tambahan kacang, sementara beberapa lainnya menghilangkan unsur kuning telur atau susu.
Melansir laman Daily Meal, gelato juga mengandung lebih sedikit udara di dalamnya.
Es krim memang dikocok dengan kecepatan tinggi untuk mendapatkan teksturnya yang lembut, namun gelato dikocok lebih lambat sehingga lebih sedikit udara yang terbentuk.
Imbasnya, tekstur gelato lebih padat, lembut dan creamy dibanding es krim.
Perbedaan kelima adalah gelato sebenarnya jauh lebih hangat dibanding es krim.
Temperatur optimal untuk penyajian gelato adalah minus 3 derajat celsius, sedangkan es krim paling nikmat disajikan di temperatur minus 15 derajat celsius. (Tribun Jogja/Gaya Lufityanti)
Baca tanpa iklan