TRIBUNTRAVEL.COM - Kambing menjadi hewan kurban yang banyak dipilih selain sapi saat Idul Adha.
Meski kerap menimbulkan bau prengus, daging kambing tetap memiliki banyak peminat.

Cari tiket kereta api Solo-Jakarta, klik di sini
Untuk menyimpan daging kambing, ada sejumlah tips agar tetap awet dan tahan lama.
Berikut TribunTravel membagikan 6 tips menyimpan daging kambing.
Cari tiket pesawat Jakarta-Padang, klik di sini
LIHAT JUGA:
Beli oleh-oleh khas Batam luti gendang, klik di sini
1. Sebaiknya tidak dicuci
Jika mendapatkan daging kambing saat Idul Adha, sebaiknya jangan dicuci.
Daging kambing sebaiknya langsung disimpan dalam kulkas tanpa dicuci terlebih dahulu.
Pesan hotel di Suhat Malang, klik di sini
Daging kambing memiliki aroma prengus yang akan semakin bau setelah daging dicuci.
Selain itu, mencuci daging kambing juga dapat membuatnya tidak tahan lama karena daging akan berair.
2. Masukkan dalam wadah kedap udara
Untuk menyimpan daging kambing, sebaiknya memasukkannya dalam wadah kedap udara.
Dengan cara ini, tidak ada udara yang masuk dalam wadah.
Selain menggunakan wadah kedap udara, menyimpan daging kambing juga bisa menggunakan plastic wrap atau kantong seal.
Namun, pastikan plastic wrap atau kantong seal tertutup rapat.
Sebelum ditutup, keluarkan dulu udara yang ada di dalam plastic wrap atau kantong seal.

3. Simpan menjadi beberapa bagian
Simpan daging kambing Idul Adha menjadi beberapa bagian dalam wadah terpisah.
Misal satu bagian untuk sate kambing, bagian lainnya untuk tengkleng, dan bagian sisanya untuk gulai kambing.
Cara ini agar mempermudah saat memasaknya.
Sehingga tidak harus memisahkan daging dalam kondisi beku.
Baca juga: Kuliner Malam di Jakarta, Wajib Coba 6 Sate Kambing Enak saat Idul Adha
4. Sebaiknya simpan di chiller dahulu
Menyimpan daging kambing sebaiknya letakkan di dalam chiller terlebih dahulu.
Jangan langsung menyimpan daging kambing di dalam freezer.
Jika langsung disimpan dalam freezer, daging kambing akan mengkeret karena beku mendadak (cold shortening).
Cold shortening sendiri bisa merusak kualitas daging.
Oleh sebab itu, sebelum disimpan di dalam freezer, daging kambing terlebih dahulu disimpan dalam chiller selama 10-20 jam.
Selanjutnya bisa dipindahkan ke freezer.
5. Atur suhu kulkas
Jika menyimpang daging kambing dalam kulkas, sebaiknya atur suhunya agar daging kambing lebih awet.
Suhu kulkas sebaiknya berada di suhu 0-4 derajat Celsius.
Dengan begitu, bakteri yang tumbuh pada daging dapat diminimalisir.
Sehingga, daging kambing tetap layak dikonsumsi.

6. Mengolah daging yang disimpan dalam kulkas
Begitu juga saat mengolah daging yang telah disimpan dalam freezer, tidak boleh langsung dimasak.
Pertama, pindahkan dulu daging beku ke chiller selama semalaman.
Keesokan harinya, keluarkan dari chiller dan simpanlah pada suhu ruang.
Jika sudah tidak terlalu dingin, daging kambing bisa diolah sesuai selera.
Baca juga: Resep Tengkleng Kambing Khas Solo, Sajian Idul Adha yang Enak Tanpa Santan
Daging kambing bisa awet sampai 9 bulan
Sebagai informasi, daging kambing dapat disimpan dalam kulkas selama beberapa waktu.
Namun tentu saja ada batas maksimal penyimpanan daging kambing.
Melansir Kompas.com, daging kambing hanya bertahan selama satu hingga dua hari di kulkas sebelum dimasak.
Jika sudah dimasak, daging kambing bisa bertahan lebih lama sekitar tiga hingga lima hari di kulkas.
Daging kambing mentah bisa bertahan lebih lama jika disimpan di tempat dengan suhu beku, yakni freezer.
Setidaknya, daging kambing mentah akan bertahan selama enam hingga sembilan bulan bila ditaruh di freezer.
(TribunTravel.com/SA)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.