TRIBUNTRAVEL.COM - Sabuk pengaman menjadi bagian penting dalam pesawat terbang, baik untuk pilot, pramugari, hingga penumpang.
Selama penerbangan berlangsung, pilot, pramugari, dan penumpang perlu mengenakan sabuk pengaman, terutama saat lepas landas dan mendarat.

Pada umumnya pramugari dan pilot akan mendapatkan sabuk pengaman yang berbeda dengan penumpang pesawat.
Alasan sabuk pengaman pramugari dan pilot berbeda dengan penumpang merupakan bentuk keamanan tambahan.
Baca juga: Jadi Pekerjaan Impian, Simak 10 Tips Jadi Pramugari Pesawat Terbang
Pramugari dan pilot memiliki sabuk pengaman yang lebih aman dengan memiliki tali di dada.
Namun, di balik desain sabuk pengaman pramugari dan pilot tersebut, ada alasan terkait keamanan yang sangat penting.
Tonton juga:
Pesawat memang menyimpan banyak fitur yang tak biasa dan jarang orang ketahui.
Misalnya seperti dua jendela di kokpit bisa dibuka oleh pilot, ruangan-ruangan rahasia di pesawat, hingga sabuk pengaman yang berbeda.
Melansir situs Daily Star, Minggu (6/11/2022), meskipun berbeda desainnya dengan milik pilot dan pramugari, sabuk pengaman penumpang tetap tak kalah aman sesuai standar.
Sebagai penumpang biasanya sabuk pengaman memiliki tali pangkuan sederhana yang saling menempel di panggul.

Sabuk pengaman penumpang dengan dua titik memiliki tali yang dapat disesuaikan seperti memanjangkan sabuk hingga nyaman dipakai.
Sementara pramugari memiliki sabuk pengaman dengan 4 titik.
Titik itu ada dua tali di bahu dua tali pinggang yang saling terhubung dengan pusat sabuk pengaman di atas perut.
Sementara itu, untuk sabuk pengaman pilot memiliki lima titik.
Baca juga: 5 Tips Menyiapkan Resume Terbaik Ketika Ingin Melamar Menjadi Pramugari
Sabuk pengaman pilot sama seperti pramugari, tetapi yang membedakan ada tali tambahan yang melewati kaki.
Semua berkaitan dengan keselamatan pilot dan pramugari.

Jika diperhatikan, tempat duduk mereka berbeda dengan penumpang dalam kabin pesawat.
Misalnya saja kursi pramugari, posisi duduknya pun arahnya berlawanan dengan penumpang.
Baca juga: 10 Destinasi Paling Favorit Bagi Pramugari saat Singgah, Ada Pulau Terindah di Dunia
Posisi kursi pramugari menghadap mundur dan membutuhkan dukungan tambahan di bagian dada agar tidak terlempar jika terjadi sesuatu.
Tali empat titik di sabuk pengaman pramugari juga memudahkan mereka untuk meninggalkan kursi dengan cepat saat akan membantu penumpang.
Kemudian untuk pilot, dengan 5 titik sabuk pengaman, bisa mendapatkan perlindungan ekstra.
Misalnya saja jika ada kondisi berbahaya, dapat menjaga tubuh mereka dari terlempar ke depan di bawah panel kontrol.
Apabila pilot terlempar dari kursi pesawat bisa menyebabkan insiden yang serius.
Untuk itu, penggunaan sabuk pengaman ini tentunya sangat penting bagi pilot, pramugari dan penumpang.
Baca juga: 10 Mitos dan Fakta Tentang Pramugari yang Sering Dipercayai Penumpang Pesawat
Dalam situs Reddit, seorang pekerja maskapai penerbangan memperingatkan agar penumpang sebaiknya selalu memakai sabuk pengaman, meskipun lampu penandanya sedang tidak menyala.
Biasanya lampu tanda mengenakan sabuk pengaman akan menyala saat pesawat lepas landas, mendarat, dan kondisi-kondisi tertentu di mana penumpang akan lebih aman jika mengenakannya.
Sebab, selama ini tak dapat dipungkiri, banyak penumpang yang melepasnya ketika lampu tanda sabuk pengaman dimatikan.
Bisa saja dalam penerbangan terdapat kejadian berbahaya yang tak terhindarkan, seperti kencangnya hembusan angin atau turbulensi yang parah.
Pesawat mudah oleng hingga penumpang di dalamnya bisa terlempar.
Di sinilah fungsi sabuk pengaman menjadi penting untuk menahan penumpang tidak terlempar dari kursi pesawat.
Sabuk pengaman pun telah dirancang oleh produsen pesawat untuk menahan berat badan dalam situasi yang dapat berpotensi mengalami kecelakaan.
Baca juga: Mabuk Jamur Ajaib, Seorang Pria Dobrak Toilet Pesawat dan Serang Pramugari
(TribunTravel.com/KurniaHuda)
Baca artikel lainnya seputar pramugari di sini