Breaking News:

Petugas Kebersihan Dibikin Kesal, Tamu Tinggalkan Homestay dalam Keadaan Sangat Kotor & Berantakan

Seorang petugas kebersihan dibuat geram karena kelakuan para tamu yang meninggalkan homestay dalam keadaan sangat kotor dan berantakan.

Editor: Sinta Agustina
Unsplash/Deconovo
Ilustrasi kamar. Seorang petugas kebersihan dibuat geram karena kelakuan para tamu yang meninggalkan homestay dalam keadaan sangat kotor dan berantakan. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang wanita petugas kebersihan di sebuah homestay dibuat geram karena kelakuan para tamunya.

Wanita itu marah-marah karena mengetahui tamu homestay tidak bertanggung jawab, meninggalkan homestay dalam keadaan seperti 'tongkang rusak.'

Viral wanita marah lihat penyewa homestay yang jorok, ruangan ditinggalkan dalam kondisi berantakan dan kotor (mStar)
Seorang petugas kebersihan dibuat geram karena kelakuan para tamu yang meninggalkan homestay dalam keadaan sangat kotor dan berantakan. (Facebook/Nur Izzati Nadia)

Kekesalan wanita itu ia tumpahkan dalam unggahan Facebook.

"Pelanggan dari neraka! Maaf mau bilang, mau bilang, inget gak sih gampangnya jadi tukang bersih-bersih? Kalau dapat pelanggan bikin rumah kayak masuk hutan, begini jadinya," tulisnya.

Baca juga: Sewa Homestay dengan Harga Mahal, Wanita Ini Malah Kecewa setelah Lihat Isinya

Ia juga mengunggah beberapa foto yang menunjukkan keadaan homestay yang kotor dan berantakan setelah satu keluarga check out.

Wanita bernama Nur Izzati Nadia atau yang lebih akrab disapa Nadia ini menuturkan, peristiwa tersebut terjadi saat liburan akhir pekan lalu.

LIHAT JUGA:

Saat hendak membersihkan homestay tipe apartemen yang berlokasi di Cameron Highlands, Pahang, Malaysia.

"Pemilik homestay tinggal di luar Cameron Highlands. Jadi saya mengambil alih untuk membantu mengurus dan menjadi pembersih paruh waktu," ungkap Nadia.

Ia menungkapkan, para tamu tersebut check in tanggal 6 Oktober dan check out tanggal 8 Oktober.

Baca juga: Pilihan Transportasi dari Kuala Lumpur Menuju Penang Malaysia, Naik Bus Mulai Rp 134 Ribu

2 dari 4 halaman

"Seperti biasa, setelah mereka check out, saya pergi bersih-bersih. Saat membuka pintu, saya kaget melihat keadaan di dalam homestay," kisahnya.

"Sampah tidak dibuang di plastik yang disediakan, sisa makanan berserakan. Bahkan furnitur dan kasurnya dipindahkan. Kasurnya pindah dari kamar ke ruang tamu. Sofanya ditaruh di balkon," ujar Nadia penuh kekesalan.

Ilustrasi bantal di kamar apartemen.
Ilustrasi bantal di kamar apartemen. Seorang petugas kebersihan dibuat geram karena kelakuan para tamu yang meninggalkan homestay dalam keadaan sangat kotor dan berantakan. (Unsplash/Deconovo)

"Kalau hujan gimana? Bukan dilarang, tapi pindah lagi setelah dipakai," imbuhnya.

Ketika membuka kulkas, Nadia kembali dibuat geram dengan makanan yang berserakan.

"Buka kulkas juga, bungkusan makanannya tumpah," kata dia.

Juga ketika akan membersihkan kamar mandi, Nadia bahkan menemukan hal yang menjijikkan.

"Saya masuk toilet, ada poop di toilet tapi saya tidak upload gambar karena saya jijik," kata ini wanita berusia 30 tahun itu.

Nadia mengatakan, dia kemudian memberi tahu pemilik homestay.

"Pemilik bertanya kepada pelanggan dengan baik. Mereka kemudian mengaku karena ada bukti dan gambar. Pemiliknya mengatakan harus membakar deposit karena harus membayar ekstra ke petugas kebersihan," jelas Nadia.

Ketika terjadi seperti ini, petugas kebersihan memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Baca juga: Viral Bule Pesan Penginapan di Bali, Terkejut saat Dapat Vila Horor yang Terbengkalai

3 dari 4 halaman

"Tapi mereka menyalahkan kami dan menginginkan uang deposit juga. Pemiliknya tidak punya pilihan lain, mereka harus bersikeras dan menganggap itu sebagai pelajaran," ucap Nadia.

Rupa-rupanya, keluarga tersebut sewa dua unit apartment.

Cameron Highlands, Pahang, Malaysia
Cameron Highlands, Pahang, Malaysia. (Flickr/Richard)

Dua-dua unit sama saja kotornya.

"Satu unit saya bersihkan, satu lagi kawan bersihkan," ujarnya yang juga merupakan seorang pengusaha homestay.

Menurut Nadia, yang sudah 12 tahun tinggal di Cameron Highlands, kejadian seperti itu baru pertama kali dialaminya saat mengelola homestay sendiri bersama temannya.

Baca juga: Gerai Kopi Kenangan dan Restoran Sari Ratu Buka di Malaysia, Sandiaga Uno Berikan Apresiasi

Baca juga: 7 Pantai Terbaik di Malaysia, Berpesta Seru Bareng Sahabat di Pantai Batu Ferringhi Penang

"Saya biasanya menghabiskan waktu sejam saja. Tapi untuk bersihkan homestay ini, kira-kira hampir empat jam jugalah baru siap," kata dia.

"Saya terpaksa mop satu rumah, alih perabot, vakum dan sebagainya. Itupun dibantu oleh suami. Kalau saya seorang diri, rasanya lima jam pun tak siap. Sambil mengemas, rasa nak menangis tapi berzikir saja," tambahnya.

Nadia pun mengatakan, hal tersebut akan menyebabkan masalah bagi orang lain.

"Saya membagikannya di media sosial untuk menyampaikan pesan kepada publik. Jika Anda tinggal di tempat seseorang, jangan biarkan seperti itu, menyebabkan masalah bagi orang lain. Saya tidak mau bilang harus sempurna supaya rapi, tapi setidaknya tidak menyusahkan orang lain," jelasnya.

"Sayang pemilik homestay harus menanggung kerugiannya. Deposit yang diambil tidak banyak. Saya mengerti karena saya juga melakukan bisnis homestay," imbuh Nadia.

4 dari 4 halaman

"Ingat, pembayaran bukan izin bagi pelanggan untuk berbuat sesuka hati," katanya lagi.

Artikel ini telah tayang di Tribuntrends.com dengan judul 'Pelanggan dari Neraka' Wanita Geram Lihat Kondisi Homestay Bak Tongkang Rusak, Sampah Berserakan.

Selanjutnya
Tags:
MalaysiaPahangCameron Highlands Curry Puff Keropok Lekor Popiah Ambuyat Nasi Kandar
BeritaTerkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved