Breaking News:

ITDC Akan Terapkan Prinsip Pariwisata Berkelanjutan di The Nusa Dua Bali, Seperti Apa?

The Nusa Dua Bali akan terus menerapkan pariwisata berkelanjutan. Intip rinciannya.

Editor: Nurul Intaniar
Flickr/Enrico Strocchi
Danau Baratan, tempat wisata populer di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. 

Caranya dengan memenuhi kebutuhan ekonomi, sosial dan estetika, sambil tetap memastikan keberlanjutan budaya lokal, habitat alam, keanekaragaman hayati, dan sistem pendukung lainnya.

Dalam proses penilaian Re-Sertifikasi ISTC yang telah dilakukan, pengelola kawasan The Nusa Dua Bali mendapat banyak apresiasi dari tim penilai.

Para auditor memberikan catatan good points atas capaian ITDC, antara lain terkait tanggung jawab pengelolaan destinasi serta monitoring dan pelaporan yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan, juga pelibatan dan umpan balik dari penduduk setempat yang dilakukan secara konsisten.

Ilustrasi - Sambut World Tourism Day, Kawasan Pariwisata The Nusa Dua Berkomitmen Terapkan Prinsip Pariwisata Berkelanjutan
Ilustrasi - Sambut World Tourism Day, Kawasan Pariwisata The Nusa Dua Berkomitmen Terapkan Prinsip Pariwisata Berkelanjutan (TB/Istimewa)

Penilaian positif lainnya, terkait peran sertanya dalam melakukan penerapan protokol kesehatan saat memasuki kawasan The Nusa Dua, perhatian dan komitmen ITDC kepada keberlanjutan budaya, harmonisasi hubungan antara pegawai, wisatawan dan vendor.

Keberadaan anak usaha yang mengolah limbah air dan persampahan menjadi bermanfaat, juga memberikan nilai tambah bagi ITDC.

Dalam tata kelola bidang pariwisata yang dilakukan di kawasan The Nusa Dua, ITDC memang menitikberatkan pada tiba tujuan yakni Keberlanjutan sosial-ekonomi, Keberlanjutan budaya; dan Keberlanjutan lingkungan.

Rekam jejak keberlanjutan sosial-ekonomi yang telah dilakukan oleh ITDC antara lain memberi pembinaan kepada masyarakat, dengan melaksanakan pelatihan Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris kepada para pedagang, yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pantai.

“Dengan penambahan skill ini, kami meyakini para pedagang bisa memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Ari.

ITDC pun berhasil mengimplementasikan nilai-nilai budaya lewat pencapaian kongkrit, demi tercapainya tujuan keberlanjutan budaya.

Misalnya dengan pelestarian nilai-nilai budaya dalam implementasi konsep pembangunan kawasan The Nusa Dua, yang mengedepankan arsitektur tropis yang merupakan tradisional khas Bali, juga kehadiran dalam berbagai event budaya untuk mengenalkan kebudayaan Bali yang beragam.

Misalnya berlatih tari Bali sore hari di areal outdoor, juga pendirian dan perbaikan beberapa tempat ibadah pura.

Upaya menjaga keberlanjutan lingkungan, juga terus dilakukan ITDC lewat kegiatan pengolahan limbah cair yang ramah lingkungan.

Dari penggunaan sistem lagoon atau stabilization ponds, juga turut aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan dan masyarakat, seperti pelestarian penyu dan transpalansi terumbu karang.

Baca juga: Berburu Sunset di Pantai Mengiat Nusa Dua, Cek Harga Tiket dan Biaya Sewa Fasilitasnya

Baca juga: Staycation di Bali, Ini 5 Vila Murah di Nusa Dua dengan Fasilitas Nyaman dan Lengkap

Ada pula penggunaan energi baru terbarukan, perolehan Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) untuk kawasan dan hotel-hotel di dalam kawasan, pemberlakukan CHSE dan SOP Covid-19 di kawasan, serta penyediaan fasilitas penyandang cacat di sekitar kawasan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved