Breaking News:

Jangan Sembarangan, Ada Kursi Khusus di Pesawat yang Tak Boleh Diduduki

Di pesawat ada kursi yang tak boleh diduduki penumpang meski kondisinya kosong sekalipun, kira-kira kenapa ya?.

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Kurnia Yustiana
Lukas Bieri /Pixabay
Ada kursi di pesawat yang tak boleh diduduki penumpang meski kondisinya kosong. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Penumpang memiliki kursi tersendiri yang memang disediakan di dalam pesawat.

Tapi tahukah kamu, ada kursi lain di pesawat yang tak boleh diduduki penumpang meski kosong?.

Ada kursi di pesawat yang tak boleh diduduki penumpang meski kondisinya kosong.
Ada kursi di pesawat yang tak boleh diduduki penumpang meski kondisinya kosong. (Flickr/Matthew Hurst)

Seperti yang diketahui bersama, bahwa pramugari memiliki tempat duduk mereka sendiri yang tentu berbeda dengan kursi penumpang.

Kursi tersebut menjadi tempat pramugari saat pesawat lepas landas dan mendarat.

Baca juga: 10 Rahasia Penerbangan yang Tak Diketahui Penumpang, Pramugari Kerap Kentut di Lorong Kabin

Biasanya, tempat duduk pramugari yang disebut kursi lompat ini berada di bagian depan kabin.

Dilansir dari The Sun, Jumat (23/9/2022), meski kosong, penumpang tidak diperbolehkan duduk di kursi pramugari.

Tonton juga:

Menurut situs web Cabin Safety, "Ada beberapa peraturan yang terlibat, dan pada akhirnya jawabannya adalah tidak, seorang penumpang tidak dapat duduk di kursi lompat pramugari untuk lepas landas dan mendarat dalam keadaan normal."

"Sebagai permulaan, maskapai penerbangan tidak dapat menjual posisi jumpseat pramugari yang tidak dihuni kepada penumpang," imbuhnya.

Kapasitas tempat duduk tidak menganggap kursi lompat pramugari sebagai kursi penumpang.

Ilustrasi lampu indikator sabuk pengaman. Ada kursi di pesawat yang tak boleh diduduki penumpang meski kondisinya kosong.
Ilustrasi lampu indikator sabuk pengaman. Ada kursi di pesawat yang tak boleh diduduki penumpang meski kondisinya kosong. (Conde Nast Traveler)

Baca juga: Video Viral Roda Pesawat Berasap dan Menabrak Ujung Landasan, Satu Penumpang Meninggal Dunia

Ini juga menjelaskan bahwa jumpseat memiliki sabuk pengaman yang berbeda dengan tali pengikat ekstra yang belum dilatih penumpang untuk digunakan dengan benar.

Seorang mantan pramugari mendukung hal ini, menjelaskan di TripAdvisor, "Umumnya mereka dibatasi untuk mereka yang memegang sertifikasi Awak Pesawat saat ini yang berarti, dalam banyak kasus, awak kabin Anda."

"Tetapi tergantung pada maskapai penerbangan atau wilayah, dapat juga mencakup personel dek penerbangan serta personel manajemen dari dua kelompok ini," imbuhnya.

Orang lain menambahkan, "Teman-teman saya memiliki tetapi mereka telah melakukan kecelakaan udara di luar tugas atau terkait dengan awak pesawat dan bepergian dengan tiket siaga."

Staf maskapai lain juga diperbolehkan duduk di dalamnya, seperti pramugari yang tidak bertugas.

Disebut deadheading itu berarti penumpang dapat melihat anggota kru berseragam mereka yang tidak dapat membantunya.

Baca juga: Penumpang Wajib Hidupkan Mode Pesawat saat Terbang, Para Ahli Ungkap Alasannya

Ini karena mereka tidak dalam pelayanan, tetapi terbang ke markas mereka atau terbang ke bandara lain untuk penerbangan lain.

Seorang ahli perjalanan juga telah mengungkapkan mengapa penumpang harus selalu memesan kursi tengah yang ditakuti.

Kursi tengah juga yang paling aman dalam kecelakaan pesawat, menurut sebuah penelitian baru-baru ini, jika duduk di belakang pesawat.

Pelancong berpengalaman John Burfitt mengatakan memesan kursi dekat jendela di bagian belakang pesawat di sebelah toilet membuat perjalanan pesawat jauh lebih damai.

Baca juga: Viral Seorang Penumpang Mencoba Memecahkan Kaca Pesawat dan Menyerang Staf Maskapai

Penumpang Merokok di Pesawat Bikin Gaduh

Ilustrasi seseorang sedang memegang rokok.
Ilustrasi seseorang sedang memegang rokok. (Flickr.com/gambarrokok)

Setiap penumpang tidak diizinkan merokok di pesawat demi keamanan penerbangan.

Tapi masih ada saja sejumlah penumpang yang melanggar aturan yang sudah ditetapkan.

Seperti yang baru-baru ini terjadi, seorang penumpang pria nekat merokok di dalam pesawat.

Insiden tersebut berlangsung di dalam sebuah penerbangan dari Bandara Tullamarine, Melbourne, Australia pada Jumat (9/9/2022).

Atas aksinya itu tentu saja membuat kacau seisi kabin.

Pria itu akhirnya 'diseret' dan dikeluarkan dari pesawat.

Oleh petugas keamanan bandara dan anggota awak kabin, pria tersebut diamankan di bandara Melbourne.

Pria tersebut dilarang untuk menggunakan maskapai Jetstar lagi.

Akibat tindakan nekat pria tersebut, pesawat dengan maskapai Jetstar Aircraft tujuan Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali tersebut harus tertunda.

Pendeteksi asap di pesawat itu aktif, tindakan terlarang tersebut telah diketahui penumpang lain dan melaporkannya pada kru pesawat.

Seluruh penumpang kesal lantaran penerbangan tertunda lebih dari 4 jam lamanya.

Penumpang di dalam pesawat tampak kegerahan dan marah.

Banyak penumpang geram atas tindakan pria tersebut.

Atas tindakan pria tersebut, banyak pihak yang merasa dirugikan.

Video yang kini telah ditonton lebih dari 110.000 kali tersebut dibanjiri komentar netizen.

Banyak netizen yang turut kesal atas tindakan yang melanggaran aturan tersebut.

Seperti penerbangan pada umumnya, kru pesawat sudah menyampaikan larangan untuk tidak merokok di dalam penerbangan kepada para penumpang sebelum pesawat mulai lepas landas.

Sesuai SOP (Standard Operating Procedure), pilot menginformasikan kepada petugas layanan darat dan petugas keamanan agar segera dilakukan penanganan.

Seluruh operasional pesawat yang ada selama ini sudah bebas asap rokok termasuk rokok elektronik (electric).

Setiap penerbangan, awak kabin juga diharuskan mengumumkan kepada penumpang bahwa merokok di pesawat adalah tindakan yang dilarang.

"Merokok, vaping, atau penggunaan rokok elektronik tidak diizinkan di pesawat Jetstar mana pun, baik itu di terminal bandara Australia, atau di landasan." ujar seorang pramugari maskapai Jetstar.

Kru pesawat tersebut juga mengimbau kepada seluruh penumpang untuk memahami serta mematuhi aturan tidak merokok di dalam kabin atau di toilet.

Menurut peraturan keselamatan penerbangan dunia, setiap pesawat udara yang berkapasitas 20 orang atau lebih, wajib memasang pendeteksi asap di setiap lavatory atau toilet pesawat.

Selain itu, pesawat harus dilengkapi fire extinguisher sebagai alat antisipasi terjadinya hal-hal yang tidaki terduga.

Fire extinguisher atau alat pemadam kebakaran biasanya diletakkan didekat sayap pesawat.

Setelah tertunda begitu lama, pesawat tersebut akhirnya mencapai tujuan mereka di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar.

Baca juga: Ada Kode Rahasia Pramugari Buat Penumpang yang Bisa Diandalkan di Pesawat

(TribunTravel.com/ Rtn)

Baca juga selengkapnya seputar rahasia penerbangan, di sini.

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved