Breaking News:

Andalkan Wisata Sejarah dan Budaya, Desa Wisata Negeri Hila di Maluku Sukses Masuk 50 Besar ADWI

Menparekraf Sandiaga Uno beri apresiasi Desa Wisata Negeri Hila lantaran masuk 50 besar ADWI dengan daya tarik utama wisata sejarah dan budaya.

Dok. Kemenparekraf
Sandiaga Uno saat visitasi 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (50) di Desa Wisata Negeri Hila, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Minggu (11/9/2022). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Desa Wisata Negeri Hila di Maluku Tengah berhasil masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Prestasi tersebut diraih Desa Wisata Negeri Hila dengan menjadikan wisata sejarah dan budaya sebagai daya tarik utama.

Sandiaga Uno saat visitasi 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (50) di Desa Wisata Negeri Hila,Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Minggu (11/9/2022).
Sandiaga Uno saat visitasi 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (50) di Desa Wisata Negeri Hila,Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Minggu (11/9/2022). (Dok. Kemenparekraf)

Atas pencapaiannya, Desa Wisata Negeri Hila mendapat apresisasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno mengatakan bahwa Desa Wisata Negeri Hila memiliki keunggulan berupa peninggalan sejarah Benteng Amsterdam.

Baca juga: Perpaduan Indah Pegunungan dan Pantai Bawa Desa Wisata Tepus Masuk 50 Besar ADWI 2022

Ia menambahkan, Desa Wisata Negeri Hila juga memiliki banyak cerita sejarah tentang awal mula jalur rempah yang terkenal di dunia itu.

Hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno saat visitasi 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (50) di Desa Wisata Negeri Hila, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Minggu (11/9/2022).

“Ini merupakan titik nol dan awal mula dari jalur rempah dunia. Ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih banyak sejarah tentang kekayaan budaya di Indonesia," kata Sandiaga Uno.

"Apresiasi kami untuk Kelompok Sadar Wisata dan Pemerintah Daerah,” tambahnya, seperti dikutip TribunTravel dari rilis resmi Kemenparekraf, Senin (12/9/2022).

Peninggalan sejarah berupa Benteng Amsterdam di Desa Wisata Negeri Hila dibangun oleh Gerrard Demmer pada tahun 1942.

Awalnya merupakan gudang rempah pertama di Indonesia dan menjadi awal jalur rempah dimulai.

Kemudian diperluas oleh Arnold De Vlaming Van Ouds Hoorn pada tahun 1949 hingga tahun 1656.

Konstruksi bangunan benteng ini seperti sebuah bangunan rumah yang terdiri dari 3 lantai, maka oleh Belanda mereka menyebutnya Blok Huis.

Baca juga: Unggulkan Wisata Edukasi dan Buatan, Desa Wisata Dayun Masuk 50 Besar ADWI 2022

Selain Benteng Amsterdam, ada juga bangunan sejarah lainnya seperti Gereja Immanuel yang dibangun oleh masyarakat Muslim di sana.

Terdapat pula Masjid Hasan Soleman yang merupakan masjid tertua didirikan pada tahun 1702, konstruksi masjid ini tidak menggunakan paku pada bangunannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved