Breaking News:

Kenalan dengan Penjaga Jalan Lintasan, Profesi Penting dalam Perjalanan Kereta Api

Penjaga Jalan Lintasan (PJL) punya tugas yang menyangkut keselamatan orang banyak karena harus memastikan agar perjalanan kereta api lancar dan aman.

Dok. PT KAI
Seorang Penjaga Jalan Lintasan (PJL) memiliki tugas untuk mengamankan perjalanan kereta api di pelintasan sebidang. 

TRIBUNTRAVEL.COM - PT Kereta Api Indonesia (KAI), berkomitmen memberikan pelayanan kereta api secara maksimal kepada pelanggannya.

Oleh karena itu, KAI mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan dalam operasionalnya perjalanan kereta api.

Seorang Penjaga Jalan Lintasan (PJL) memiliki tugas untuk mengamankan perjalanan kereta api di pelintasan sebidang.
Seorang Penjaga Jalan Lintasan (PJL) memiliki tugas untuk mengamankan perjalanan kereta api di pelintasan sebidang. (Dok. PT KAI)

Dari sekian banyak profesi di industri kereta api, ada satu profesi yang memegang peranan penting dalam menjaga keselamatan kereta api'>perjalanan kereta api.

Profesi itu adalah petugas Penjaga Jalan Lintasan (PJL).

Baca juga: Asyik! Kereta Panoramic Pertama di Indonesia Segera Hadir

Melansir laman kai.id, Rabu (7/9/2022), seorang PJL memiliki tugas untuk mengamankan perjalanan kereta api di pelintasan sebidang.

Mungkin bagi sebagian orang, pekerjaan mereka terlihat sangat mudah dan terlihat biasa-biasa saja seperti profesi pada umumnya.

Namun tugas mereka sesungguhnya menyangkut keselamatan orang banyak karena harus memastikan agar kereta api'>perjalanan kereta api dapat aman, lancar, dan tanpa hambatan.

PJL harus memiliki kedisiplinan tinggi, bersiaga dalam segala situasi dan kondisi.

Masih banyaknya terjadi pelanggaran lalu lintas di pelintasan sebidang yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan membuat tugas seorang PJL menjadi krusial.

Rendahnya kesadaran pengguna jalan raya untuk mematuhi rambu di pelintasan sebidang atau bahkan melanggar dengan menerobos pelintasan saat palang pintu sudah tertutup membuat angka kecelakaan lalu lintas di pelintasan sebidang masih tinggi.

Baca juga: Ditutup, Layanan Tes Antigen dan PCR di Stasiun Kereta Api Kini Tak Lagi Tersedia

Tak jarang, kecelakaan ini juga menghambat dan mencelakakan kereta api'>perjalanan kereta api.

Pada periode Januari hingga Agustus 2022, telah terjadi 188 kasus kecelakaan di pelintasan sebidang dengan rincian 29 kasus di pelintasan dijaga dan 159 kasus di pelintasan tidak dijaga.

Vice President Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan bahwa palang pintu kereta api sebenarnya digunakan untuk mengamankan kereta api'>perjalanan kereta api agar tidak terganggu pengguna jalan lain seperti kendaraan bermotor maupun manusia.

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 72 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta pasal 110 ayat 4.

Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved